Dikeluarkan dari Sekolah, Siswi MAN 1 Krui Minggat dari Rumah

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Seorang mantan siswi Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) 1 Krui, Julia Rahmawati yang dikeluarkan pihak sekolah karena melanggar kedisiplinan dikabarkan kabur dari rumahnya sejak Minggu (6/11/2022) lalu.

Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Zaini Dahlan mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyantho, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, mengetahui anaknya meninggalkan rumah, orang tua melapor ke Polsek Pesisir Tengah.

“Benar kita telah menerima laporan adanya orang hilang atas nama Julia Rahmawati yang berstatus masih pelajar kelas X di MAN 1 Krui,” kata dia.

Laporan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor : SKTL-OH/755/XI/2022/SPKT/SEK PETENG/RES LAMBAR/POLDA LPG, tanggal 9 November 2022 dengan pelapor atas nama Yuliani (52) warga Pasar Mulia Selatan.

Zaini menjelaskan, siswi yang hilang meninggalkan rumah tersebut berciri kulit putih langsat, tinggi 160 centimeter, rambut panjang. Kemudian mengenakan pakaian jaket berwarna hijau, celana jeans panjang warna hitam dan sepatu warna putih.

Berdasarkan keterangan dari ibu korban, lanjutnya, kejadian itu bermula pada Sabtu (5/11/2022) sekitar pukul 22.00 WIB, Julia pamit untuk tidur di kamarnya. Lalu, pada Minggu (6/11/2022) sekira pukul 01.00 WIB dini hari ayah korban mengecek kamar anaknya.

Namun ayah korban tidak menemukan Julia di dalam kamar dan mendapati pintu dapur sudah dalam keadaan terbuka. Kemudian, dia melakukan pencarian di seputaran pantai Kuala Stabas, namun tidak ditemukan.

“Lalu orang tua Julia Rahmawati berusaha mencari keberadaan anaknya dengan menghubungi teman-teman, serta kerabatnya, namun tidak ada yang mengetahui keberadaannya,” jelas Kapolsek.

MAN 1 Krui keluarkan 13 siswa

Diketahui, pihak sekolah MAN 1 Krui mengeluarkan ke 13 siswanya karena pelanggaran disiplin. Plt. Kepala sekolah MAN1 Krui Hifzon Kurnia mengatakan, para siswa-siswi tersebut dikeluarkan atau diarahkan mencari sekolah lain karena sudah banyak melakukan pelanggaran.

“Jadi kami dari pihak sekolah menggarahkan anak-anak yang melakukan pelangaran disiplin ini dengan jumlah poin pelangaran 100 poin (untuk pindah ke sekolah lain),” ujarnya.

Namun kata dia, sebelum jumlah poin siswa-siswi itu genap seratus, pihaknya sudah melakukan pembinaan dan memanggil orang tua murid tersebut.

Pelanggaran siswa

Terkait dikeluarkannya 13 siswa MAN 1 Krui, Hifzon Kurnia menjelaskan bahwa para siswa-siswi tersebut sudah banyak melakukan pelanggaran.

“Seperti satu orang siswa itu ketahuan merokok dan viral di media sosial (medsos), dua orang siswa lainya mabuk sampai mengakibatkan orang lain cidera,” ungkapnya.

Kemudian kata dia, baru-baru ini terjadi lagi video viral yang menunjukan tujuh siswi mabuk di tempat pariwisata Tanjung Setia. Lalu ada juga siswa melakukan percobaan pencurian. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Ads - Before Footer