fbpx
Connect with us

Pesawaran

Bupati Dendi Dukung PH Tu7uh Rumah Produksi Angkat Anak-Anak Pulau Tegal Ke Layar Lebar

Published

on

Anak-Anak Pulau Tegal

Lampung.co – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mendukung langkah para sineas perfilman layar lebar untuk membuat film edukasi dan kreatif di Pulau Tegal, Pesawaran.

Dendi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang akan membuat film tentang Pulau Tegal. “Terimakasih telah memilih Pulau Tegal yang akan dijadikan tempat latar pembuatan film. Kami mendukung. Inshallah kami dari pemda sangat suport habis rencana filmnya,” janjinya saat berbincang dengan para kreator film di Puncak Mas, Rabu (01/11/2017).

Terlebih, kata dia, film yang rencananya akan diturunkan di layar lebar ini mengenalkan unsur edukasi dan ekonomi kreatif. “Saya pasti dukung,” janjinya lagi.

Hal senada disampaikan Thomas Rizka. “Saya dukung 100%, karena Pak Bupati juga sudah dukung 1000% pembuatan film ini,” pungkasnya.

Diketahui, Production House (PH) asal Jakarta, Tu7uh Rumah Produksi dan Pulau Tegal Mas Thomas akan membuatkan film tentang potensi daerah Lampung yang ada di Pesawaran, yakni, Pulau Tegal. Baik dalam kondisi masyarakatnya, maupun pendidikannya.

Bahkan rencanaya film tersebut akan turun di Bioskop Seluruh Indonesia. Tak hanya itu, rencana film ini juga akan menggandeng talent dan penulis lokal. Hal ini juga adalah langkah baik bagi perkembangan kreator perfilman di Provinsi Lampung. (Goy)

 3,338 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Berita

Panen Perdana Petani Milenial Lampung Dihadiri Menteri Pertanian

Kelompok Tunas Tani, Haryadi mengatakan, anggotanya merupakan petani-petani milenial dari Lampung yang menerapkan Integrated Farming dengan hasil unggulan

 16,767 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Published

on

Petani Milenial Lampung
Panen perdana Petani Milenial Lampung | Foto: Ist.

Lampung.coPetani Milenial Kelompok Tunas Tani di Desa Margorejo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, panen perdana pada Minggu (4/9/2022) kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Selain melakukan panen cabai, Mentan juga melakukan kunjungan ke kandang kambing dan ayam milik kelompok tani.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan harapan agar kelompok tani milenial terus belajar dan menggunakan jaringan petani milenial untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dan peternakan.

“Orang bertani ini pasti nggak miskin, karena hanya pertanian yang tidak pernah berhenti diperdagangkan. Orang butuh makan, orang butuh kambing, butuh cabai, butuh sayur. Apalagi kamu anak milenial. Ini sudah benar, saya apresiasi,” kata Mentan.

Kelompok Tunas Tani, Haryadi mengatakan, anggotanya merupakan petani-petani milenial dari Lampung yang menerapkan Integrated Farming dengan hasil unggulan.

Adapun produk yang dihasilkan yakni komoditas peternakan dan pertanian diantarnya cabai, jagung, kacang hijau, kambing, ayam serta hasil peternakan dan pertanian lainnya.

“Lahan kita 20 hektar untuk saat ini, Hortinya sekitar 3 hektar. Sisanya kita tanami jagung. Kemarin terakhir kita tanami kacang hijau setelah tanam jagung,” ungkap Haryadi. (*)

 16,768 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Fraksi PKB DPRD Lampung Ajak Masyarakat Cegah Paham Radikal

“Ini tanggung jawab kami dari legislatif, menyuarakan dan mengajak secara bersama-sama masyarakat Lampung untuk tidak mudah terprovokasi oleh paham-paham radikal,” ujar Hanifah.

 1,375 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Published

on

Hanifah
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Hanifah | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota DPRD Lampung, Hanifah melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) dihadapan masyarakat Desa Sukarame, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Senin (08/08/2022).

Pada kesempatan itu, wakil rakyat Fraksi PKB DPRD Lampung ini mengatakan bahwa Pancasila merupakan perekat antar suku, agama, ras dan golongan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila sudah merangkul semua ras, agama, suku, dan golongan. Jadi, semuanya sudah terakomodir. Sehingga tegas saya katakan, Pancasila adalah Dasar Negara yang mutlak,” kata dia.

Dalam acara tersebut, penegasan yang diutarakannya adalah bentuk kerja keras dari DPRD Lampung yang mendapat amanah dari rakyat untuk bersama-sama mengawal keutuhan NKRI dalam memberantas paham radikal.

“Ini tanggung jawab kami dari legislatif, menyuarakan dan mengajak secara bersama-sama masyarakat Lampung untuk tidak mudah terprovokasi oleh paham-paham radikal,” ujar Hanifah.

Karena itu, Anggota Komisi II DPRD Lampung itu pun menghimbau sekaligus mengajak masyarakat Marga Punduh Pesawaran khususnya untuk berperan aktif mencegah paham di luar Pancasila berkembang dilingkungan sekitar.

“Di kegiatan ini, saya minta ikuti dan pahami pemaparan narasumber secara baik. Dan sampaikan ilmu yang didapat ke tetangga, lingkungan, dan keluarga,” pungkas Hanifah. (*)

 1,376 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran Penyumbang Beras Terbesar di Lampung

“Serapan beras saat ini telah mencapai 18 ribu ton. Itu paling banyak dari Pringsewu dan Pesawaran” kata Etik Yulianti, Selasa (12/7/2022) kemarin.

 3,531 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Published

on

Gudang Beras Bulog
Ilustrasi Gudang Beras Bulog | Foto: Ist.

Lampung.co – Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran mendominasi 18 ribu ton beras yang diserap Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Lampung pada semester I tahun 2022.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung Etik Yulianti mengatakan, dalam penyerapan pihaknya memilih beras dengan kualitas yang tinggi. Hal tersebut lantaran Bulog saat ini sudah tidak lagi memiliki program beras masyarakat miskin (raskin).

“Serapan beras saat ini telah mencapai 18 ribu ton. Itu paling banyak dari Pringsewu dan Pesawaran” kata Etik Yulianti, Selasa (12/7/2022) kemarin.

“Kita pilih beras yang berkualitas karena fokus kita saat ini penjualan dan mencari kualitas yang baik. Sebab sekarang tidak ada lagi penyaluran tetap seperti dulu,” imbuhnya.

Etik menerangkan, pihaknya membeli beras ke mitra bukan ke petani langsung. Untuk harga mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 tahun 2020.

“Untuk pembelian beras medium oleh Bulog seharga Rp8.300 per kilogram dan Gabah Kering Giling (GKG) dengan harga Rp5.300 per kilogram,” ungkap Etik Yulianti. (*)

 3,532 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca