Pemprov Lampung-ICLA Gelar Konferensi Pemuda Muslim Internasional

Tim Redaksi

Lampung.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan beberapa organisasi kemanusiaan yang tergabung dalam Indonesian Consortium for Liberation of Al-Aqsa (ICLA) akan menggelar Konferensi Pemuda Muslim Internasional pertama untuk Palestina dan Al-Quds, di Bandar Lampung.

“Konferensi pemuda Islam Internasional untuk pembebasan Palestina dan Al-Quds akan berlangsung selama tiga hari dari 30 April 2018 hingga 2 Mei 2018. Konferensi memiliki tema ‘Membangun Kerja sama Pemuda Muslim Internasional untuk membebaskan Palestina dan Masjid al Aqsa’,” ujar Ketua Pelaksana ICLA, M Anshorullah, Sabtu (14/4/2018).

Menurut dia, selain untuk menyatukan pemahaman pemuda Muslim mengenai urgensi perjuangan pembebasan Palestina dan Masjid suci umat Islam yang kini sedang dijajah Israel, konferensi juga bertujuan untuk menggalang kesatuan dan persatuan pemuda dunia agar bisa mengambil langkah nyata yang terintegrasi secara akidah maupun strategis.

“Ada tiga tujuan diselenggarakannya konferensi tersebut, yakni mempererat silaturahim antar pemuda Muslim Internasional, merintis upaya pembebasan Palestina dan Masjid al-Aqsha secara terintegrasi antar aktivis dan organisasi kepemudaan Islam internasional, serta menyusun kesepahaman terhadap pembebasan al-Aqsha sebagai tujuan utama.” urai pria yang biasa disapa Anshor itu, seperti dilansir merdeka.com.

Saat disinggung mengapa mengumpulkan para pemuda, dijelaskannya jika agama Islam sejak awal diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat menjunjung tinggi peran pemuda.

“Berbagai peperangan dalam sejarah umat Islam membuktikan pemuda bisa menjadi ujung tombak peperangan dan kemenangan yang menjadi salah satu kelebihan Muslim di masa lalu,” kata Anshor.

Bahkan, lanjut dia, Allah SWT memuliakan para pemuda beriman dalam sebuah keajaiban kisah Ashabul Kahfi yang ada di luar nalar manusia. Namun itu terjadi, karena para pemuda.

“Sebagai masa keemasan, pemuda juga bisa menjadi cara “emas” untuk membebaskan Palestina dari penjajahan yang sudah berkarat ini,” ujar Anshor.

Tidak hanya itu, peran pemuda Palestina baik di Gaza dan Tepi Barat selama ini juga selalu menjadi ancaman serius yang menakutkan bagi Zionis Israel maupun tentaranya. Sehingga, sampai-sampai Israel membuat peraturan yang membolehkan penangkapan remaja dan anak di bawah umur.

“Mereka harus diadili di pengadilan militer. Ini merupakan salah satu pelanggaran HAM terbesar yang pernah ada,” jelas Anshor.

Konferensi sendiri akan mengundang setidaknya 200 peserta pemuda baik individu maupun lembaga/organisasi dari 20 negara, utamanya negara yang mendukung kemerdekaan Palestina di PBB.

Selama di Indonesia, kata Anshor, peserta tidak hanya akan fokus pada penyatuan tujuan dan visi misi pembebasan Palestina, namun juga peserta akan diajak untuk mengenali budaya persatuan dan toleransi dalam keberagaman kehidupan di Indonesia sejak negara ini berdiri.

Berbagai kunjungan resmi dan tidak resmi akan menjadi salah satu agenda selama kegiatan, mulai dari kunjungan ke cagar budaya di Lampung, sampai ke pondok pesantren internasional Al-Fatah Muhajirun Lampung yang dikenal sebagai “kampung tanpa rokok-nya.

ICLA sendiri merupakan kumpulan lembaga dan organisasi kemanusiaan yang memfokuskan pekerjaannya pada perjuangan Palestina dan upaya untuk membebaskannya dari penjajahan Israel yang kini sudah memasuki abad ke-2.

Organisasi yang tergabung di dalamnya adalah Syubban Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Aqsa Working Group (AWG), Miraj News Agency (MINA), Silaturahim Network, Sekolah Tinggi Al Quran Abdullah bin Mas’ud (STQABM), Pondok Pesantren dan Madrasah Al Fatah, Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR), dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), yang dikenal dengan proyek pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza beberapa tahun silam.

Konferensi dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dengan para pembicara dalam dan luar negeri terkemuka seperti Gubernur Lampung, Dubes Palestina untuk RI Zuhair S M Al Shun, Pembina Indonesian Consortium for Liberation of Al Aqsa (ICLA) Imam Yakhsyallah Mansur, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Direktur Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia DR Abdul Muta’alli.

Selain itu, Kasubdit I Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Nanda Avalist, Senior Lecturer Universitas Kebangsaan Malaysia DR Abdul Malik, Quds Foundation Malaysia DR Shareef Abu Shamalah, Mufti Lebanon DR Amin Kurdi, Imam Masjid Al Aqsa Syaikh Mustafa Mohammad Abdel Rahman Tawil, Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dan aktivis Mavi Marmara Nur Ikhwan Abadi dan lainnya. (*/rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer