Napi di Lampung Disinyalir Terlibat Pengedar Narkoba Antarprovinsi

Tim Redaksi

Lampung.co – Fredy Wang Patinasarani alias Gopek (24) narapidana (Napi) kasus pencabulan anak di bawah umur yang kini menghuni Lapas Kelas II B Way Gelang, Kota Agung Barat, Tanggamus, Lampung, diduga terlibat jaringan pengedar narkoba antarprovinsi.

Itu setelah Fredy kedapatan memiliki 49 butir ekstasi yang diselundupkan di dalam kotak rokok yang dimasukkan ke kantong celana jeans, kiriman dari Samsuri yang berdomisili di Provinsi Bengkulu.

Rencananya, ekstasi tersebut akan dijual ke sesama napi di Lapas Way Gelang, Tanggamus, Lampung.

Awalnya, petugas Lapas mencurigai Fredy yang mendapat kiriman celana jeans pada Jum’at (23/3/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.

Petugas Sipir Lapas Way Gelang yang mengetahui itu lalu melapor ke polisi.

“Kami langsung menjemput Fredy dan menyita 49 butir ekstasi warna hijau yang dimasukkan ke dalam bungkus rokok dan disimpan di saku celana,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Tanggamus, Iptu Anton Saputra, seperti dilansir dari Poskotanews pada Minggu (25//3/2018).

Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi lalu membawa Fredy ke Mapolres Tanggamus.

“Dari pengakuan tersangka Fredy, ekstasi itu didapat dari seseorang bernama Samsuri dari daerah Bengkulu,” jelas Anton.

Sebelumnya, lanjut dia, Fredy mendapat telepon dari temannya di Jakarta bernama Roni sekitar sepekan lalu.

“Roni mengatakan kepada tersangka Fredy, bahwa akan ada temannya yang ingin menghubungi dan dia diminta untuk mengikuti saja kemauannya,” ujar Anton.

Orang yang mengaku bernama Samsuri lalu menghubungi Fredy dan menawarkan barang berupa ekstasi dengan istilah ‘ikan’.

Setelah keduanya sepakat dengan ketentuan harga Rp 200 ribu per butir, dan akan dibayar setelah ekstasi itu habis terjual. Keesokan harinya, barulah ekstasi itu dikirimkan ke Lapas Way Gelang.

“Fredy mengaku, tidak mengetahui siapa yang telah mengirimkan ektasi itu ke Lapas. Ekstasi sebanyak 49 butir itu rencananya akan dijual Fredy kepada napi lain, dengan harga Rp 300 ribu per butirnya,” jelas Anton.

Diduga kuat, Fredy sudah lama mengedarkan ‘pil gedek’ itu di dalam Lapas Way Gel. Saat ini masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap tersangka lain. (*/Rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer