Mulai Panen, Harga Beras di Lampung Berangsur Turun

Tim Redaksi

Lampung.co – Setelah bulan lalu harganya meroket, kini harga beras berbagai jenis dan kualitas di pasar-pasar tradisional Kota Bandar Lampung mulai berangsur turun.

Penurunan harga beras berkisar Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram (kg). Penurunan harga beras karena sebagian wilayah sentra produksi padi mulai panen di Lampung.

Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Tamin dan Pasar Tani Kemiling, Rabu (21/3/2018), harga beras mulai dirasakan turun sejak sepekan lalu.

Pedagang telah menurunkan harga setelah pasokan beras dari daerah penghasil beras memasuki musim panen pada Maret ini.

Harga beras tersebut akan mengalami penurunan kembali mendekati akhir Maret karena daerah-daerah mulai rata panen padinya.

Seorang pedagang beras di Pasar Tani, Kemiling, Asnan, mengatakan, pasokan beras dari daerah penghasil beras seperti di Pringsewu, Talangpadang, dan Gading Rejo sudah normal kembali.

Penggilingan padi sudah tidak kesulitan lagi mencari gabah dari petani, sehingga harga beras di tingkat penggilingan juga sudah menurun.

”Seperti sudah diprediksi harga beras akan turun kalau sudah masuk musim panen. Sebab, penggilingan mudah mencari gabah petani. Kalau dulu gabah petani sulit didapat karena banyak dijual ke luar Lampung,” ujar dia, seperti dilansir Republika.

Harga beras kualitas asalan berkisar Rp 8.000 sampai Rp 8.700 per kg, sedangkan harga beras kualitas medium Rp 9.500 sampai Rp 10 ribu per kg.

Sedangkan beras kualitas premium atau super berkisar Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu per kg di bawah harga eceran tertinggi (HET) Lampung Rp 12.500.

Sebelumnya, beras kualitas medium dijual mencapai Rp 11 ribu per kg, sedangkan beras premium di atas HET Rp 13 ribu per kg.

Menurut Herman, pedagang beras di Pasar Induk Tamin, harga beras berbagai kualitas dan jenis kemasan masih belum normal, tetapi sudah terjadi penurunan.

Menurut dia, harga beras eceran normal bila harga beras premium hanya Rp 11 ribu per kg.

”Sekarang bergantung dari harga beras super (premium), kalau sudah Rp 11 ribu per kg, beras lainnya ikut turun,” ujarnya.

Lina, ibu rumah tangga di Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, menyatakan harga beras mulai dirasakan turun tetapi belum normal seperti sebelumnya.

Ia biasa membeli beras kualitas premium kemasan isi 10 kilogram seharga Rp 97 ribu sampai Rp 100 ribu per karung 10 kg.

“Sekarang masih Rp 120 ribu per karungnya, biasanya paling mahal Rp 105 ribu per karung,” ujar ibu dua anak tersebut.

Lina menghawatirkan harga beras sekarang yang cenderung turun, tidak akan turun lagi ke titik normal, karena sebentar lagi memasuki bulan puasa sehingga kebutuhan dapur akan merangkak naik lagi.

“Saya kira harga beras sekarang hanya bertahan sebentar, setelah itu akan naik lagi, karena masuk bulan puasa,” tukasnya. (*/Rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer