Menganggur, Dua Pria di Tulangbawang Lampung ‘Bisnis’ Senjata Api Ilegal

Tim Redaksi

Lampung.co  – Di ‘zaman now’ ini, untuk mendapatkan pekerjaan formal memang semakin sulit. Tingkat persaingan dalam memperoleh pekerjaan pun semakin tinggi. Sementara, perut harus diisi dengan nasi tiga kali sehari.

Namun untuk mendapatkan sesuap nasi, bukan berarti harus melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Masih banyak rejeki halal yang diberikan Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa kepada kita. Yang penting tetap berusaha agar tidak jadi petaka seperti dua pemuda di Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung ini.

Mengaku tidak juga mendapat pekerjaan setelah lama mengganggur, dua sahabat ini merasa frustasi. Mereka lalu nekat ‘berwirausaha’ dengan membuat senjata api (senpi) rakitan ilegal.  Untuk satu pucuk pistol dijual seharga Rp 1 juta.

Hingga akhirnya kedua pria berinisial WI (22), warga Kampung Agungdalam, Kecamatan Banjarmargo dan AA (17) warga Kampung Morisjaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang itu ditangkap polisi pada Kamis (29/3/2018) di rumah AA, saat memproduksi senpi rakitan jenis revolver.

“Penangkapan itu berdasarkan informasi masyarakat, yang menyebutkan jika keduanya aktif membuat senpi rakitan, sehingga peredaran senpi rakitan di Tulangbawang meresahkan warga,” ujar Kasat Reserse Kriminal Polres Tulangbawang, AKP Dony Kristian Bara’langi, seperti dilansir okezone.com, Minggu (1/4/2018).

Dari penangkapan itu, lanjut dia, pihaknya menyita satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta dua butir amunisi aktif jenis FN, empat buah bahan silinder untuk membuat senpi rakitan, dan satu buah kayu berbentuk amunisi FN untuk membuat silinder senpi rakitan.

Kemudian, tiga buah obeng, dua buah gunting, satu buah tombak, tiga bilah senjata tajam jenis pisau dengan panjang 15 centimeter, sebilah pedang bergagang dan bersarung kayu warna hitam serta lainnya.

Menurut AKP Dony, setelah menangkap kedua pelaku, pihaknya juga menangkap YH, warga Kampung Trimomukti Jaya, Kecamatan Banjar Agung, dari pengembangan tersangka Wi yang mengaku pernah menjual senpi kepada YH seharga Rp1 juta.

“Tersangka YH berhasil kami tangkap di rumahnya, dan tersangka mengakui menyimpan senjata api rakitan tersebut,” jelas AKP Dony lagi.

Kini, polisi masih mengembangkan kasus itu, guna mengetahui ke mana saja senpi rakitan itu telah dijual oleh kedua tersangka. (*/rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer