Satgasus Mabes Polri Turun Langsung Awasi Pupuk Subsidi di Lampung Selatan

Tim Redaksi

Lampung.co – Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Pencegahan Korupsi Mabes Polri yang dipimpin Hotman Tambunan turun langsung mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi di Lampung Selatan.

Kegiatan pengawasan itu dilaksanakan bersama Komite Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Lampung Selatan agar pupuk subsidi tidak diselewengkan mulai dari distributor, kios, hingga ke tangan petani.

Hotman Tambunan mengatakan, KP3 harus mengecek ketersediaan pupuk bersubsidi di Lampung Selatan agar petani mendapatkan alokasi. Selain itu, lanjutnya, KP3 juga perlu menguji kualitas pupuk subsidi.

“KP3 yang belum pernah menguji kualitas pupuk sangat perlu untuk menguji kualitas pupuk subsidi karena tugas dan kewenangannya,” kata Hotman, Jumat (11/11/2022).

Dalam rangka pengawasan tersebut, Satgasus mendatangi salah satu kios pupuk subsidi di Lampung Selatan untuk mengecek ketersediaan pupuk subsidi. Tim menemukan tempat penyimpanan pupuk bersubsidi belum sesuai standar.

“Sehingga meminta kepada perwakilan PT Pupuk Indonesia segera memperbaiki dan mengecek kios lain agar sesuai standar,” kata Yudi Purnomo, Anggota Satgasus.

Pada kesempatan itu juga, KP3 diminta melaksanakan tugas dan wewenangnya untuk mengambil sampel terkait kualitas mutu pupuk yang beredar untuk diuji di Laboratorium Balit Tanah Kementan.

Diketahui, Ditreskrimsus Polda Lampung telah mengungkap penyelewengan 8,7 ton pupuk urea bersubsidi di Metro Kibang, Lampung Timur. Pupuk bersubsidi tersebut ditemukan di gudang milik Toko Berkah Abadi.

Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Muhammad Fauzi, mengatakan kasus terungkap berawal dari laporan masyarakat yang mengadukan aktivitas seseorang bukan pengecer pupuk di Kabupaten Lampung Timur pada 9 September 2022 lalu.

Dari hasil penyelidikan, pelaku menjual pupuk tersebut di atas Harga Eceran Tertinggi. HET pupuk urea bersubsidi Rp112.500 per karung isi 50 kg, dijual berkisar Rp150 ribu sampai dengan Rp160 ribu per karung.

Pemilik toko Toko Berkah Abadi mengaku pupuk bersubsidi tersebut berasal dari Kios Bintang Jaya selaku pengecer resmi pupuk urea bersubsidi di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Seharusnya pemilik Kios Bintang Jaya selaku pengecer resmi pupuk urea bersubsidi di wilayah Kecamatan Natar, IS menjual pupuk urea bersubsidi sebanyak 9 ton kepada kelompok tani di Dusun I Suka Damai.

“Jadi, pelaku ini memanipulasi data laporan realisasi dan pendistribusian pupuk seolah-olah sudah disalurkan ke kelompok tani sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” kata AKBP Muhammad Fauzi. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Ads - Before Footer