Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Tarahan Bertambah, Ini Data Lengkapnya

Tim Redaksi

Lampung.co – Korban tewas akibat insiden kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi jalan lintas Sumatera (Jalinsum) KM 21-22, Desa Tarahan, Katibung, Lampung Selatan, Kamis (22/3/2018) sekira pukul 15.30 WIB, bertambah.

Dari data yang diperoleh Lampung.co, korban meninggal dunia (MD) yang semula empat orang, bertambah menjadi enam orang, dua korban mengalami luka berat (LB) dan dua lainnya luka ringan (LR).

Berikut data lengkap seluruh korban yang diterima dari Humas Polda Lampung:

1. Soni Dewantara, 29 tahun, warga Dusun Kaliasin RT 12, Desa Kalisari Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (MD di TKP)
2. Eko Sucipto, warga Tulangbawang Barat (LB kemudian MD di Puskesmas Panjang, Bandar Lampung)
3. Sutriani (23), warga Dusun Jatianom, Desa Sonoharjo Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (MD di TKP)
4. Harmoko (36), warga Dusun V RT 12 RW 05 Desa Sribasuki Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah (MD di TKP)
5. Hendri Sujito (28), Mahasiswa, warga Dusun I RT 2 RW 1 Desa Sribasuki Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah (LB)
6. Amir (54) Dusun V RT 11 RW 05 Desa Sribasuki Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah (MD di TKP)
7. Suparlan (29), Wiraswasta, warga Desa Simpang Propau Kotabumi (LB, dirawat di RS Abdul Moeloek)
8. Asari (48), warga Kebonjeruk, Panjang, Bandar Lampung (LB kemudian MD di RS Abdul Moeloek)
9. Sukarna (50), warga Jl. Ikan Kembung Desa Kampung Bugis Kecamatan Pesawahan Kota Bandar Lampung (LR)
10. Nanang (40), Wiraswasta, warga Jl. Ikan Kembung No. 68 Desa Kampungbugis Kecamatan Pesawahan, Kota Bandar Lampung ( LR)

Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan dump truk tronton Mitsubishi Fuso nopol B 9167 KYU dan BE 9637 BH dengan mobil Honda Jazz nopol B1266 SVB, pikap Mitsubishi L 200 nopol BE 9083 AC, pikap Suzuki Carry nopol G 1841 LE serta truk Hino nopol BE 9860 CT.

Dituturkan, kronologis kecelakaan tersebut bermula saat dump truk tronton Mitsubishi B 9761 KYU melaju dari arah Bakauheni Lampung Selatan menuju Kota Bandar Lampung.

Setibanya di TKP jalan menurun dan menikung diduga rem truk tersbebut tidak berfungsi dengan baik (rem blong) sehingga menabrak body belakang mobil Honda Jazz B1266 SVB, yang berjalan dari arah Bakauheni.

“Selanjutnya, kedua kendaraan tersebut tetap melaju ke jalur kanan (jalur lawan) dan menabrak body belakang sebelah kanan pikap Mitsubishi L200 BE 9083 AC yang melintas dari arah Bandar Lampung,” terang Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih dalam laporannya.

Kemudian, dump truk B 9167 KYU beserta mobil Honda Jazz B 1266 SVB tetap melaju dan menabrak body depan pikap Suzuki Carry G 1841 LE yang melaju dari arah Bandar Lampung.

Lalu, mobil Honda Jazz dan pikap Suzuki Carry tersebut terdorong dan menabrak dump truk Mitsubishi Fuso BE 9637 BH yang sudah mengalami kecelakaan tunggal terlebih dahulu.

“Dump truk Mitsubishi B 9167 KYU tetap melaju dan menabrak body depan truk Hino BE 9860 CT yang berjalan dari arah Bandar Lampung. Maka terjadilah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material,” jelas Sulis.

Polisi lalu membawa korban ke Rumah Sakit, mengamankan barang bukti, melakukan olah TKP awal, mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan mencari serta mencatat identitas dan keterangan saksi-saksi.

Sementara, dari informasi yang beredar, Tim PT Jasa Raharja Cabang Lampung hingga pukul 19.35 berhasil mengindentifikasi empat korban tewas tabrakan beruntun di Tarahan, Lampung Selatan dan diperkirakan masih bertambah. (Dhebi/Rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

1 thought on “Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Tarahan Bertambah, Ini Data Lengkapnya”

  1. Sosok abang eko sucipto merupakan sosok seorang kakak yg sangat baik, 2 minggu sebelum beliau diterima kerja beliau silahturahmi mengabarkan di terima kerja di waskita karya , tapi dalam berbicara sama saya tAtapan nya sangat kosong, bahkan beliau berkata# saiki hidupmu ke penak dek kapan mas bisa pakai seragam dinas kayak kamu, gak menyangka mas pelukan terakhir kita memisahkan kita untuk selama nya selamat jalan sobat ku dan gak pernah lagi kulihat senyuman mu yg dulu bila aku dinas lagi ke lampung

Leave a Comment

Ads - Before Footer