Kecam Kejahatan Terhadap Satwa Dilindungi, Menteri asal Lampung: Buru Pelakunya!

Tim Redaksi

Lampung.co – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menegaskan jika pihaknya sangat mengecam keras kejahatan terhadap satwa dilindungi.

Menteri asal Lampung itu juga mengapresiasi respons cepat Tim Elephant Respon Unit (ERU) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang berhasil menemukan dan mengevakuasi gajah yang belalainya terpotong bernama Erin.

Dijelaskan, gajah merupakan satwa payung, yang keberadaannya menandakan sehatnya suatu ekosistem, tersedianya sumber daya untuk mendukung kehidupan satwa lainnya.

Pada umumnya kematian Gajah diduga kuat karena perburuan yang mengincar bagian tubuh.

”Saya mengecam keras dan sudah minta Dirjen penegakan hukum jangan kendor untuk memburu pelaku-pelaku kejahatan satwa seperti ini. Jangan sampai ada ‘Erin Erin’ berikutnya,” tegas Menteri Siti dalam siaran persnya, seperti dilansir Republika, Minggu (25/3/2018).

Erin adalah gajah kecil berbelalai buntung yang kini tengah dirawat di Pusat Latihan Gajah (PLG Way Kambas) Lampung. Kondisinya kini semakin sehat.

Hal ini disampaikan Menteri Siti yang ikut memantau langsung perkembangan kesehatan Gajah betina berusia empat tahun itu.

”Kondisinya sekarang makin sehat. Aktif, nafsu makan tinggi, aktifitas normal, dan tidak menunjukkan gejala stres,” kata dia.

Khusus terhadap foto luka gajah Erin pada bagian telinga yang diberitakan sebagai jamur, menurut Menteri Siti, berdasarkan hasil observasi tim dipastikan jika itu merupakan tampilan akibat proses pengobatan menggunakan salep, untuk mengobati bekas gigitan lebah.

“Perawatan sesuai prosedur kesehatan masih terus dilakukan. Tanggal 23 Maret lalu juga telah dilaksanakan evaluasi kesehatan oleh tim dokter,” ujarnya.

Tim tersebut terdiri dari perwakilan Direktorat KKH (Febriany Iskandar, Joko Nugroho), Dr.drh.Ligaya Tumbelaka (FKH IPB, PKBSI, PDHI), drh.Diah Esti Anggraini (PLG WayKambas), Koordinator PLG (Elisabeth Dwvi), dan Perwakilan BKSDA Bengkulu (Mukhlas).

Erin juga diberi pakan, suplemen dan obat sesuai dengan kebutuhan tindak medik yang diperlukan. Juga telah diberikan vaksinasi rabies dan antitetanus.

”Sekarang selalu ada yang mendampingi Erin, ada pengasuh khusus namanya Pak Suko. Kemana-mana selalu diangon atau digembala untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan, sampai nanti Gajah Erin sehat kembali,” jelas Menteri Siti.

Jumlah Gajah liar yang berada di Taman Nasional Way Kambas, dengan Metode Mark-Recapture menggunakan DNA kotoran Gajah pada tahun 2010, ditemukan sebanyak 247 individu, dengan rentang estimasi 220-278 individu. Di Lampung secara khusus, Gajah merupakan satwa maskot yang keberadaannya mendukung pariwisata berbasis satwa liar atau ekologis.

Erin pertama kali ditemukan pada tanggal 23 Juni 2016 oleh Tim Elephant Respon Unit (ERU) TNWK di perbatasan Rawa Arjo, RPTN Susukan Baru.

Kondisinya sangat memprihatinkan, ditinggalkan rombongan, malnutrisi, dehidrasi, dan belalai buntung.

Erin diduga kuat terjebak perangkap pemburu yang dipasang untuk menjerat Rusa dan Babi Hutan.

Saat itu Erin Langsung dirawat di Rumah Sakit Gajah di PLG Way Kambas. Sekarang kondisinya semakin membaik dengan bobot tubuh mencapai 470 kilogram (kg), atau hampir dua kali lipat dari saat ditemukan. Setiap hari dirawat khusus oleh tim doker dan medis RS Gajah.

”Apa yang menimpa Erin akan menjadi pengingat kita untuk terus menjaga habitat Gajah Sumatera. Butuh peran serta semua pihak menjaganya,” tutup Menteri Siti. (*/Rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer