DPRD Lampung Akan Panggil Pelaksana Pembangunan JTTS

Tim Redaksi

Lampung.co – Komisi IV DPRD Lampung bakal memanggil pelaksana pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hal tersebut menanggapi adanya keluhan para petani desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan yang sawahnya sudah setahun lebih tidak mendapatkan air dikarenakan irigasi untuk sawahnya tidak bisa dimanfaatkan akibat pembangunan JTTS.

Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Watoni Noerdin mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan kepada pelakasana pembangunan JTTS atas permasalahan tersebut. “Jika itu menjadi temuan dan permasalahan baru yang timbul di masyarakat. Tentunya Kami akan memanggil pelaksana pembangunan jalan tol ini. Untuk meminta keterangan terkait hal itu,” ujarnya di ruang kerjanya, Senin (27/11/2017).

Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung ini mengungkapkan, pihaknya sudah memprediksi hal-hal seperti itu bakal timbul menjadi permasalahan. “Namun, pihak pelaksana pembangunan jalan tol menjamin itu tidak akan menjadi masalah,” jelasnya.

Untuk itu, dalam pemanggilan itu nantinya, pihaknya akan menyampaikan kembali terkait permasalahan tersebut. “Nah kalo itu terkait sarana dan prasarana pengairan tentu akan kita sampaikan kepada pelaksana pembangunan jalan tol,” terangnya.

Lebih lanjut, politisi PDIP Lampung itu menyampaikan, pihaknya tidak menginginkan adanya pembangunan JTTS ini malah menimbulkan permasalahan baru.

Padahal, masih kata dia, dengan adanya pembangunan JTTS ini bisa membawa perubahan signifikan terutama pembangunan di Provinsi Lampung, dengan jalan yang cepat, ekonomi masyarakat tumbuh, akses lebih cepat dan tidak merugikan masyarakat. “Karena bukan berarti saat pembangunan jalan tol ini terlaksana kemudian menghilangkan sarana dan prasarana itu,” tukasnya.

Diketahui, sekitar 8 hektare sawah di Desa Klaten Kecamatan Penengahan sejak setahun terakhir tidak bisa digarap. Pasalnya, aliran air yang melalui jaringan irigasi kini tidak bisa dimanfaatkan akibat pembangunan JTTS.

Aliran sungai kecil yang menuju jaringan irigasi untuk sawah tujuh warga petani yang terpotong jalan tol itu mengalami perubahan alur. Pihak pelaksana pembangunan jalan tol telah membuatkan gorong-gorong di bawah badan jalan, namun aliran ini tidak menuju jaringan irigasi yang menuju ke sawah. (Sandi)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer