Cemari Lingkungan, Warga Lampung Keluhkan Limbah Batu Bara PLTU

Tim Redaksi

Lampung.co – Akibat mencemari lingkungan warga setempat, masyarakat di Kelurahan Komering Agung Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah mengeluhkan limbah batu bara, dari salah satu perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah itu.

Kepala Lingkungan Kelurahan Komering Agung, Lampung Tengah, Anwar, dalam keterangan persnya, menjelaskan bahwa PLTU milik perusahaan swasta itu telah beroperasi sejak 2013.

Namun, ampas dari pembakaran batu bara PLTU milik PT Sepoetih Daya Prima itu tidak dibuang, melainkan hanya ditimbun yang volumenya mencapai puluhan ribu ton.

“Dampaknya sampai sekarang sudah menggunung limbah itu hingga sekitar 35 ribu ton. Warga di sana sudah sering komplain, tetapi tidak ditanggapi, bahkan ada juga oknum-oknum yang membela perusahaan itu,” ujarnya, seperti dilasnir seruji.co.id, Senin (26/3/2018).

Menurutnya, akibat penimbunan limbah batu bara tersebut maka lingkungan masyarakat menjadi kotor dan berbau.

“Terlebih saat limbah diguyur hujan akan menghanyut hingga ke lingkungan warga. Sejauh ini, dana CSR perusahaan kepada masyarakat juga tidak ada,” jelas Anwar.

Keresahan masyarakat memuncak di Februari yang menggelar aksi pencegatan truk pengangkut batu bara yang hendak masuk ke area perusahaan itu.

Hasilnya, perusahaan berjanji akan membuang 7.000 ton limbah batu bara pada Juli mendatang.

“Harapan kami hanya agar limbah itu segera dibuang saja agar tidak terus mencemari lingkungan,” terang Anwar.

Namun, hasil kesepakatan bulan lalu saja sampai sekarang belum dipenuhi.

“Mereka hanya meminta kami bersabar dan cuma menjanjikan membuangnya 7.000 ton, padahal limbahnya ada 35 ribu ton. Kalau dampaknya ke kesehatan saya belum cek,” kata Anwar. (*/Rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer