Berjibaku Untuk Kemanusiaan, Ini Profil Kegiatan ACT Lampung

Tim Redaksi

Lampung.co – Udara dingin di pagi (Kamis, 25/01/2018) yang teramat membius tubuh. Orang-orang hilir mudik. Jalanan Kota Bandar Lampung pun terus penuh padat kendaraan. Mereka tengah sibuk beraktifitas. Begitupun Lampung.co.

Pagi itu, Lampung.co memang sudah mengatur janji dengan salah satu narasumber, namanya Hermawan, Informasi dan Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung. Rencanaya Lampung.co ingin mengenal dekat dengan lembaga yang menangani kemanusiaan di Indonesia bahkan dunia tersebut.

Pukul 08.00 Lampung.co pun tiba di kantor ACT Lampung, tak jauh dari Fly Over Gajah Mada, Pahoman, Bandar Lampung. Kedatangan wartawan magang di Portal Berita Online ini pun disambut hangat.

“Silakan masuk mas, mau ketemu siapa?” Sapa seseorang yang membukakan pintu kedatangan yang mempersilakan tiga orang mahasiswa magang dari UKM Pers Sukma Polinela ke dalam.

Tak lama kemudian Hermawan pun datang menemui dan mempersilakan naik ke atas, lantai dua Kantor ACT Lampung. Setelah duduk di sebuah ruang dengan lebar kisaran 4×7 meter ini pun Hermawan mengajak berdiskusi tentang ACT Lampung.

Mawan, -sapaan akrabnya ini pun bercerita, bahwasanya ACT berdiri 13 tahun yang lalu. “ACT merupakan lembaga yang bergerak dibidang kemanusiaan global. Sedangkan untuk di Bandar Lampung, ACT baru berdiri selama 3 bulan,” kata dia.

Dilanjutkannya, ACT mempunyai visi dan misi membangun peradaban yang lebih baik. “Di mana mempunyai 3 pedoman atau pondasi yaitu, kemanusiaan, kerelawanan dan kedermawanan. Hal ini dilakukan untuk demi tercapainya visi dan misi yang dimiliki oleh ACT,” terangnya.

Selain itu, kata Hermawan, ACT memiliki 3 program yang akan dijalankan yaitu program internasional, program nasional, dan program lokal. “Di mana salah satu program yang sedang berjalan dan ingin diwujudkan adalah memberikan donasi 10.000 ton beras ke Palestina. Kegiatan ini, bukan kali ini saja, sebelumnya ACT juga sudah pernah mengirimkan donasi ke Rohingiya sebanyak 2.000 ton beras dan sudah tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur pria lulusan Politeknik Negeri Lampung tersebut.

Ia juga menjelaskan, bahwa sumber dari beras yang berhasil didapatkan lembaga ini adalah berasal dari pendanaan masyarakat. “Jadi masyarakat bisa menyalurkan donasi ke rekening ACT, bahkan bukan hanya uang, ada juga yang memberi donasi berupa beras dan pakaian layak pakai,” ucapnya.

Dia juga menyatakan bahwasanya, antusiasme dari masyarakat yang ingin memberikan bantuan juga sangat baik. Hal tersebut kata Mawan, terbukti dari banyaknya donasi yang sudah terkumpul untuk diberikan ke Palestina. “Pencapaian 10.000 ton beras ditargetkan sampai tanggal 20 Februari 2018 dan sekarang sudah terkumpul sebanyak 5.000 ton beras,” kata dia.

Perbincangan pun semakin seru, Mawan juga menegaskan bahwasanya ACT bukan hanya mencari donasi secara terus menerus. “Kami mempunyai cara kerja 2 arah yaitu mengumpulkan donasi dari masyarakat untuk disalurkan kepada yang membutuhkan, selain itu ACT juga memiliki program yang dapat dinikmati masyarakat dalam bentuk pemberdayaan ekonomi, budaya, keagamaan, dan lain hal ya. Di mana kegiatan tersebut dilakukan dari relawan dan cabang ACT yang ada diseluruh Indonesia,” imbuhnya.

Bahkan hebatnya lagi, disampaikan Mawan, kualitas beras yang didonasikan ACT merupakan beras putih minimal kualitas bulir medium atau sedang (varietas IR-64) dengan tingkat kepatahan 10 %. “Ini merupakan beras dengan kualitas yang sangat baik, hasil program Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Desa Wakaf ACT di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan dibeli dari petani dengan harga terbaik,” tandasnya. (Halim/Mgg)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer