BB Sabu Satu Kg, Senpi, Belasan Ponsel dan Kendaraan Disita; Kurir Tewas

Tim Redaksi

Lampung.co – Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung sedang mengembangkan jaringan pengedar narkoba dari tiga tersangka yang diciduk.

Petugas juga menyita narkoba jenis sabu sebanyak satu kilogram, senjata api, 13 telepon seluler (ponsel), kendaraan, KTP, SIM, timbangan digital dan tiga ATM.

Semua barang bukti itu didapat dari tersangka pengedar narkoba di Bandar Lampung, Senin (19/3/2018).

Satu dari empat tersangka, Chandra Kesuma alias Sempak (28) warga Gedong Tataan, Pesawaran, ditembak mati karena melawan dan berusaha kabur.

Chandra sebagai kurir narkoba. Ia ditangkap di rumah kontrakannya di Kurungan Nyawa, Gedong Tataan. Dari Chandra petugas menyita sabu seberat satu kilogram yang disimpan di dalam speaker.

Belasan ponsel yang disita polisi itu digunakan untuk komunikasi transaksi narkoba.

Hal itu diungkapkan Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Tagam Sinaga, saat ekspos penangkapan tiga tersangka pengedar narkoba jenis sabu, Senin.

“Ke 13 telepon seluler tersebut dalam kondisi aktif, dan digunakan untuk menghubungi calon pembeli narkoba,” ujar dia, seperti dilansir dari Republika, Selasa (20/3/2018).

Dijelaskan, ponsel menjadi alat bertransaksi narkoba jenis sabu oleh tersangka. Petugas sedang menyelidiki keberadaan nomor-nomor yang tertera dalam telepon seluler tersebut untuk pengembangan kasus.

“Selain telepon seluler, barang bukti yang disita masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Tagam.

Diketahui, aparat BNNP Lampung membekuk empat tersangka pengedar narkoba jenis sabu pada Jumat (16/3/2018). Seorang di antaranya terpaksa ditembak karena melawan petugas saat digerebek.

Tiga pelaku pengedar lainnya yang ditangkap yakni Julian Prandiko alias Popo (27 tahun), Andhika alias Bung (56), seorang perempuan Mentari Triranti alias Tari (20). Ketiga tersangka warga Kota Bandar Lampung.

“Dari tangan tersangka petugas menyita sabu satu kilogram. Masing-masing pelaku mempunyai peran tersendiri,” jelas Tagam.

Julian dan Tari sepasang suami istri yang menikah secara siri. Peran Julian sebagai kurir pengantar kepada bos penerima. Sedangkan Tari pengambil gaji untuk Julian dari bos tersebut. Keduanya, warga Gedong Air Jalan Sisingamangaraja, Bandar Lampung.

Petugas membekuk Julian setelah melepaskan timah panas di kakinya, karena hendak kabur. Petugas menyita beberapa telepon seluler.

Hasil pengembangan terhadap tersangka, petugas menangkap Andhika dan Chandra saat bertransaksi. Petugas melepaskan tembakan ke Chandra saat hendak kabur dengan cara melawan petugas. (Net/Rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer