Nafkahi Keluarga dari Menjambret, Pria di Bandar Lampung Ditembak

Tim Redaksi

Lampung.co – Apa jadinya bila menafkahi keluarga dari hasil yang tidak halal? Tentu tidak berkah. Selain berdosa, juga dikhawatirkan nantinya anak keturunan akan kurang baik dalam perkembangannya.

Seperti yang dilakukan residivis ini. Zamzani alias Zen (33) menafkahi keluarganya dari hasil menjambret. Padahal dia juga menjadi buruh.

Namun sepertinya penghasilan dari bekerja secara halal itu tidak mencukupi. Tapi bukan berarti harus melakukan perbuatan haram. Masih banyak pekerjaan halal lainnya untuk menafkahi keluarga.

“Barang-barang hasil penjambretan, dijual tersangka dan uangnya habis digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari rumah tangganya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Harto Agung Cahyono, Senin (2/4/2018).

Menurutnya, keseharian tersangka, bekerja sebagai buruh di gudang semen di daerah Panjang.

Zamzani bahkan merupakan spesialis penjambret di Kota Bandar Lampung. Dia sudah 10 kali melakukan aksinya. Kendati pernah masuk penjara, namun tidak membuatnya jera.

Akibatnya Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung bersama Polsekta Telukbetung Utara terpaksa menembak tersangka, Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 20.00 WIB.

Warga Kelurahan, Way Lunik, Panjang, Bandar Lampung tersebut, dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas karena melawan saat ditangkap di Jalan Gatot Subroto, Garuntang, Bandar Lampung.

“Tersangka Zamzani dibekuk satu jam setelah menjambret. Petugas terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tembakan di kaki, karena tersangka melawan,” kata Kompol Harto.

Penangkapan tersangka Zamzani, berdasarkan laporan Ayu, korban yang ponselnya dirampas pelaku di Jalan Pangeran Diponegoro, Telukbetung Utara

“Kejadian berawal saat korban berboncengan sepeda motor dengan temannya sambil memainkan ponsel. Lalu dari arah belakang tersangka Zamzani yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio seorang diri, merampas ponsel wanita itu,” jelas Kompol Harto, seperti dilansir Poskotanews.

Petugas menyita barang bukti satu unit ponsel milik korban dan sepeda motor Yamaha Mio yang digunakan tersangka untuk melakukan aksinya.

Selanjutnya petugas membawa tersangka bersama barang bukti ke Mapolresta Bandar Lampung guna penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku tercatat sudah 10 kali beraksi di wilayah Kota Bandar Lampung. Bahkan Zamzani merupakan seorang residivis tahun 2016 lalu, atas kasus yang sama.

“Tersangka sempat menjalani hukuman 1,8 bulan penjara, dan baru keluar menjalani hukuman pada akhir tahun 2017 lalu,” jelas Kompol Harto.

Ada 10 TKP penjambretan yang sudah dilakukan tersangka. Terakhir, tersangka menjambret ponsel milik Ayu di Jalan Pangeran Diponegoro, Telukbetung Utara.

“Tersangka menjalankan aksinya dengan mengendarai sepeda motor sendiri, target sasaran korbannya mayoritas adalah wanita dan beraksi mulai dari pukul 19.00 WIB hingga 20.00 WIB,” jelas Kompol Harto lagi.

Tersangka membuntuti korban dari arah belakang. Begitu berada di tempat sepi tersangka langsung merampas barang-barang berharga milik korban seperti tas, ponsel dan uang.

Akibat perbuatannya, tersangka Zamzani harus kembali meringkuk ke dalam sel, Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman pidana penjara 12 tahun. (*/rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer