Ayam di Lampung Tak Panen, Stok di Bandung Dialihkan ke Jakarta

Tim Redaksi

Lampung.co – Memasuki Bulan Ramadan kebutuhan daging ayam mulai tak menentu. Harga pun mulai naik. Terlebih pasokan mulai tersendat. Apalagi untuk kawasan Jakarta dan Kota Bandung. Terlebih, ayam yang biasa dipasok ke Jakarta dari Lampung sedang tak panen, pasokan daging ayam yang seharusnya masuk ke Kota Bandung pun dialihkan untuk memenuhi kebutuhan daging di Jakarta. Alhasil, harga daging ayam di Kota Bandung melambung tinggi.

Inilah faktor sebab dan akibat sektor pangan yang tak terkendali. Gara-gara dipengaruhi oleh minimnya stok yang masuk ke Kota Bandung karena banyaknya permintaan di daerah lain membuat harga daging di suatu daerah melonjak.

Hal tersebut disampaikan pedagang ayam Pasar Sadangserang Rudi Gunawan. Rudi mengatakan sejak dua minggu terakhir harga daging ayam sudah mulai naik dari normal Rp30-32 ribu per kilogram, tapi di hari ini (Senin, 07/05/2018) sudah mencapai Rp 37-38 ribu.

Menurut Rudi atas informasi yang ia peroleh, bisa jadi hal ini dikarenakan stok daging ayam yang seharusnya masuk ke Kota Bandung dialihkan ke Jakarta. Sebab ayam yang biasa dipasok ke Jakarta dari Lampung sedang tidak panen.

“Peternak yang biasa memasok buat kita lebih pilih jual ke Jakarta, karena di sana harganya bisa nembak. Jadi sekarang stok yang masuk Bandung kurang, diambil Jakarta,” katanya.

Selain stok minim, Rudi juga mengatakan, bahwa kemungkinan hal ini terjadi karena banyaknya permintaan dari warga untuk kebutuhan menjelang puasa. Sehingga permintaan akan daging ayam terus menerus semakin meningkat. Alhasil banyak oknum yang memanfaatkan untuk menahan barang demi meraup untuk besar. “Prediksi saya mah ini terus naik sampai mendekati puasa, Rp 40-42 ribu per kilogram. Nanti saat puasa turun sebentar, dan naik lagi menjelang lebaran,” ujarnya.

Selain daging ayam, harga telur ayam pun ikut naik menjelang puasa. Sama seperti daging ayam, harga telur naik karena permintaan yang meningkat namun stok minim.

“Kalau normalnya itu Rp 18-20 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp 25-26 ribu per kilogram,” ujar Rudi.

Sementara itu sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan daging sapi di Pasar Sadangserang relatif masih normal. Harga beras masih dikisaran Rp 10 ribu per kilogram untuk kelas medium dan Rp 12,5 ribu per kilogram untuk premium. Sedangkan daging sapi masih berkisar diharga Rp 100-120 ribu per kilogram. (*/rls)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer