Lagi, Persoalan Pupuk Jadi Penghambat Produktivitas Petani di Lampung

Tim Redaksi

Lampung.co – Keterlambatan distribusi pupuk dari distributor menjadi hambatan produktivitas petani jagung di Provinsi Lampung. Sejumlah petani mengaku mengalami penurunan jumlah produksi jagung hingga mengalami kerugian saat musim panen tiba.

Demikian yang dikatakan oleh Suprihanto (37) petani jagung asal Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. “Pupuk memang sering terlambat datang dari distributornya,” kata dia , Rabu (17/8/2022).

“Keterlambatan distribusi pupuk itu bisa berdampak terhadap gagal karena jagung tidak bisa tumbuh dengan baik,” imbuh Suprihanto dikutip dari Kupastuntas.co.

Dia menjelaskan, dalam lahan satu hektar, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dibutuhkan satu ton pupuk. Apabila terjadi keterlambatan dalam pemupukan, biasanya hasil panen bisa berkurang hingga 20 persen.

“Biasanya bisa dapat satu ton (jagung), kalau telat pupuk paling cuma 700 sampai 800 kuintal,” ujarnya.

Hal hal yang sama juga diakui oleh Askuri (42) petani jagung asal Desa Rama Indra, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. “Memang sekarang pupuk ini di lapangan suka telat datang,” ungkapnya.

Selain terlambat dalam distribusi, Askuri menyebut harga pupuk juga mengalami kenaikan lantaran terjadi pengurangan subsidi oleh pemerintah. “Sekarang juga harga pupuk lagi mahal dan jenis subsidinya ikut di kurangi,” tandasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memangkas alokasi subsidi pupuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2023. Selain itu, dalam kurun waktu tahun 2018-2021 anggaran subsidi pupuk mengalami terus mengalami penurunan.

Pada tahun 2018 alokasi subsidi pupuk sebesar Rp 33.61 triliun turun menjadi Rp 27.15 triliun pada tahun 2021. Dalam outlook tahun 2022, subsidi pupuk diperkirakan hanya sebesar Rp 25.27 triliun saja. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Ads - Before Footer