Menu

Kronologis Pembegalan Terhadap Warga Lampung Tengah di Sumatera Utara

  Dibaca : 285 kali
Kronologis Pembegalan Terhadap Warga Lampung Tengah di Sumatera Utara
Pelaku pembegalan terhadap Ahmad Mahdum, sopir ekspedisi asal Tunggul Angin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah | Foto: Ist.

Lampung.co – Polres Tanah Karo meringkus pelaku pembegalan terhadap Ahmad Mahdum, sopir ekspedisi asal Tunggul Angin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Minggu (26/8/2018) lalu.

Pelaku tindakan kejahatan yang diamankan polisi yakni dua begal yang sering beroperasi di Tanah Karo Sumatera Utara dan juga meringkus du pria lainnya yang diduga sebagai penadahnya.

Mereka adalah, Edwin Tarigan (31), Esra Haryanta Bangun alias Ocong (31), Raden Ginting (40) Swandi (44).

Hal tersebut seperti diterangkan Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu, melalui Kasubag Humas, Iptu Edy Budiman kepada wartawan, Senin (27/8/2018) kemarin.

“Para terduga begal diburu berdasarkan laporan dari korban bernama Ahmad Mahdum, warga Tunggul Angin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah,” sebutnya dilansir metro24jam.com.

Selain itu juga Edy menjelaskan kronologis penangkapan terhadap empat pelaku kejahatan dengan modus menyamar sebagai aparat kepolisian tersebut.

Mahdum dibegal para pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi, dengan modus menuduh korban membawa narkoba, di Simpang Desa Bunuraya, kawasan Laudah, Minggu (12/8/2018) sekira jam 21.00 WIB.

“Khawatir akan keselamatannya, Ahmad mengaku pasrah saat truknya digeledah dan sempat dibawa ke wilayah Katepul. Tak sampai di situ, para pelaku juga menyikat uang yang ada di kantongnya,” ujar Edy.

Kemudian Ahmad melaporkan kejadia ke Mapolres Tanah Karo. Berdasarkan laporan tersebut, personel Sat Reskrim Polres Karo kemudian melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku.

Polisi akhirnya berjasil meringkus Esra Haryanta Bangun alias Ocong, di salah satu warung nasi di Simpang Sumbul, Desa Sumber Mufakat Kabanjahe, Minggu (26/8/2018) sekira pukul 15.00 WIB.

Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan pelaku lainnya. Di perjalanan, Ocong melakukan perlawanan. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua kakinya, sebelum diboyong ke Mapolres Tanah Karo.

Menurut penuturan Ocong, dia melakukan aksi itu bersama temannya, Edwin Tarigan. Polisi kemudian berhasil memburu dan meringkus Edwin, Minggu (26/8/2018) pukul 15.30 Wib.

Saat dilakukan penangkapan, Edwin berusaha melarikan diri, sehingga polisi menghadiahi timah panas kakinya. Hasil interogasi terhadap Edwin dan Ocong, keduanya mengaku semua barang-barang hasil rampasan mereka kemudian dijual kepada penadahnya, Raden Ginting dan Swandi di Medan.

Menindak lanjuti pengakuan kedua terdangka, polisi kemudian memburu Raden dan Swandi. Kedua penadah itu juga kemudian mendapat hadiah timah panas lantaran mencoba kabur saat akan diamankan aparat. (*/doy)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional