Menu

KPK Kembali Menetapkan Mustafa Sebagai Tersangka, Ini Detail Perkaranya

  Dibaca : 398 kali
KPK Kembali Menetapkan Mustafa Sebagai Tersangka, Ini Detail Perkaranya
Ilustrasi | Foro: Istimewa

Lampung.co – Hasil pengembangan perkara dugaan suap kepada DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Mustafa sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menerangkan, selain Mustafa, lembaga antikorupsi juga menetapkan tujuh orang lainnya sebagai tersangka.

“KPK menetapkan tujuh orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara tiga perkara tersebut ke penyidikan,” ujar Alex di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (30/1/2019).

Dalam perkara pertama, Mustafa diduga menerima fee dari ijon proyek di Dinas Bina Marga Pemkab Lampung Tengah dengan kisaran fee 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek.

Alex mengungkapkan, total gratifikasi yang diterima Mustafa kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018 mencapai Rp 95 miliar.

“Dari catatan penerimaan dan pengeluaran, uang senilai Rp95 miliar tersebut dipergunakan untuk kepentingan MUS (Mustafa),” katanya.

Mustafa dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 KUHP.

Selain itu, KPK juga menetapkan dua orang pengusaha, yakni Budi Winarto pemilik PT Sorento Nusantara dan Simon Susilo pemilik PT Purna Arena Yudha. Keduanya diduga sebagai pihak pemberi suap.

“Diduga dari total Rp 95 miliar yang diterima MUS, sebagian dana berasal dari kedua pengusaha tersebut,” jelasnya.

Dari keduanya, ungkap Alex, Mustafa diduga menerima Rp12,5 miliar dengan rincian Rp5 miliar dari Budi dan Rp7,5 miliar dari Simon. Uang itu kemudian diberikan Mustafa ke anggota DPRD Lampung Tengah.

Budi dan Simon dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada perkara ketiga, KPK menetapkan 4 anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah sebagai tersangka, yakni Achmad Junaidi, Bunyana, Raden Zugiri, dan Zainudin.

Achmad Junaidi merupakan Ketua DPRD Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan tiga orang lainnya menjabat anggota.

“Keempatnya diduga menerima suap terkait dengan persetujuan pinjaman daerah dan pengesahan APBD dan APBDP,” tutur Alex.

Keempatnya dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional