Menu

Konflik Laut China Selatan, Cina Tingkatkan Latihan Perang

  Dibaca : 73 kali
Konflik Laut China Selatan, Cina Tingkatkan Latihan Perang
Presiden Cina Xi Jinping bersama presiden Amerika Serikat Donald Trump | Foto: Ist.

Lampung.co – Menghadapi perayaan 70 tahun Tentara Pembebasan Rakyat atau People’s Liberation Army (PLA) pada Oktober 2019 nanti memicu militer Cina meningkatkan berbagai latihan tempur.

Peningkatan latihan perang militer Cina pada 2019 juga untuk menyikapi tantangan geopolitis di kawasan Asia termasuk isu Ketegangan dengan militer Amerika Serikat di Laut Cina Selatan.

Selain isu tersebut, Cina juga sedang terlibat perang dagang dengan AS hingga status Taiwan yang mendapat dukungan pemerintah Amerika.

Menurut PLA Daily, resimen tentara di berbagai daerah mulai menggelar serangkaian latihan tempur. Ini dilakukan setelah Presiden Cina, Xi Jinping, mengeluarkan perintah pertamanya pada pekan lalu.

Xi, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Militer Pusat, mengeluarkan perintah kepada PLA untuk bersiap berperang. Perintah ini diberikan dihadapan para pimpinan Tentara Pembebasan Rakyat.

Dunia sedang menghadapi periode perubahan besar yang belum pernah terjadi seabad lalu. Dan Cina masih dalam periode penting perkembangan untuk kesempatan strategis.

Demikian dikatakan Presiden Xi Jinping seperti dilansir kantor berita Xinhua dan dikutip Reuters pada Sabtu, 5 Januari 2019 lalu.

Bahkan militer Cina juga mengklaim telah melakukan 18 ribu simulasi latihan tempur selama 2018 silam.

Pensiunan PLA, Kolonel Yue Gang mengatakan, latihan militer semakin intensif dalam program reformasi militer. Xi melakukan perombakan total militer PLA pada 2015 agar menjadi pasukan tempur moderen.

Militer Cina dianggap kurang pengalaman tempur karena terakhir kali bertempur saat konflik perbatasan degan Vietnam pada 1990.

“Militer yang telah lama tidak berperang tentunya bakal menjadi malas dan mundur,” ujar Yue dilansir tempo.co, Rabu (9/1/2019).

Pengamat militer Zhou Chenming mengatakan, patroli kapal perang USS McCampbell di Kepulauan Paracel pada Senin pekan lalu menunjukkan bakal ada operasi militer AS lebih banyak di wilayah itu.

“Semenanjung Korea bisa menjadi wilayah panas kembali pada tahun ini. Lebih penting lagi, Taiwan merupakan resiko yang ekstrim. Militer Cina harus bersiap,” kata dia. (*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional