Catat, Ini Komitmen! 2018 Lampung Punya Perda Literasi

Tim Redaksi

Lampung.co – Usulan pembentuk peraturan daerah (Perda) Literasi nampaknya menjadi bahan serius di DPRD Provinsi Lampung. Pasalnya, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Provinsi Lampung Fauzan Sibron memastikan usulan dari masyarakat dan penggiat literasi di Lampung tersebut juga merupakan inisiatif usulan DPRD untuk segera dibahas. “2018 Insya Allah selesai, dan Lampung punya Perda Literasi,” kata Sekretaris DPW NasDem Lampung tersebut saat talk show di Pro 1 RRI Lampung.
Bahkan, Fauzan memastikan pengajuan Perda Literasi sebagai inisiatif DPRD Lampung ini juga meripakan desakan banyak pihak yang ada di Provinsi Lampung. “Dalam waktu dekat ini juga menjadi konsentrasi yang akan dibahas. Mulanya naskah akademik akan disusun,” janjinya.
Kenapa dirinya dan DPRD konsent terhadap usulan Perda Literasi, ini karena diharapkan masyarakat bisa budayakan membaca dan menulis di Lampung. Sehingga untuk mewujudkan hal tersebut, semua pihak sepakat untuk mendekatkan akses membaca dan menulis hingga ke tingkat desa.
“Maka itu harus kita bentuk dan galakan payung hukumnya. Jadi gerakan literasi ini bisa dirasakan ke tingkat desa. Kita juga akan koordinasikan jika ini jadi perda ke pemerintah kabupaten dan kota dk Lampung. Sehingga provinsi nantinya bisa melakukan pembinaan dan pegawasan. Dan Kabupaten/kota bisa gerakan pendanaan sarana prasarana dan tanggungjawab di wilayah di daerahnya,” tuturnya.
Bahkan, Fauzan pun berharap, ketika Perda Literasi telah diseriuskan DPRD dan dibahas ia berharap Gubernur Lampung beserta intansi terkait pun demikian. “Inshallah selesai lah perda ini. Tapi komitmen pemerintah juga. Terutama gubernur. Bisa terbitkan Pergub. Jadi bisa dilaksanakan. Begitu juga pemerintah kabupaten/kota. Jadi sarana prasaran tidak hanya provinsi yang melaksanakan tapi juga pemerintah kabupaten kota. Sehingga program ini bisa dilaksanakan,” imbaunya.
Untuk jajaran dinas pun diingatkannya, dalam pembahasan rancangan peraturan daerah nantinya, Kepala Dinas masing-masing intansi terkait harus hadir, jangan diwakilkan ke staf. Sebab apa? Kepala dinas menurutnya memiliki kebijakan pengambilan keputusan, jauh berbeda dari tugas staf.
“Maka kita minta juga kepala dinas bisa memudahkan Perda ini dibentuk. Karena Lampung memang yang dibutuhkan di masyarakat bagaimana budaya literasi digalakan. Makanya perda ini dibuat sebagai payung hukum.
Agar kabupaten kota bisa dilaksanakan. Bagaimana mau baca kalau sarana dan prasarana tidak ada? Jadi kita buatkan payung hukum. Inshallah tahun ini perda literasi bisa diwujudkan,” tegasnya.
Menurutnya, dengan Perda Literasi nantinya juga diharapkan juga bisa gerakan swasta seperti perusahaan dan sarana dan pusat perbelanjaan yang banyak didatangi masyarakat. “Atau dana-dana CSR yang diwajibkan membuat taman baca. Jadi bisa kita awali taman di Enggal bisa didorong diibuat juga taman bacanya di sana. Sehingg tempat tempat umum bisa jadi bahan baca,” tandasnya.
Sementara Herlina Warganegara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengatakan, fokus Perda Literasi selain ke tingkatan desa juga berada pada tempat-tempat umum ada tempat baca. “Jadi harapanya dengan adanya perda literasi kita juga bisa membahas sarana prasarana, dan penginaktan kapasitas SDM. Hingga pembiayaan dan sanksi juga dibahas jika Perda ini dibentuk,” kata dia.
Selama ini, sinergisitas Pemprov Lampung melalui perpustakaan sudah baik dengan masyarakat, terlebih dikawal dengan para penggiat literasi di Lampung. “Sinergisitas ini diharapkan tidak terganggu pihak-pihak lain yang tidak bertanggungjawab. Sebab, hadirnya perpustakaan dan usulan Perda Literasi ini memang untuk masyarakat luas,” tuturnya.
Maka dari itu, beberapa program pun telah dilaksanakan, dari penyediaan tempat baca di setiap kegiatan posyandu yang juga diapresiasi ditingkat nasional hingga program-program lainnya untuk meningkatkan minat baca di Provinsi Lampung. “Maka dipastikan kami akan ikut mengawal rancangan Perda ini agar utuh menjadi Perda Literasi. Dan saya siap hadir disetiap undangan pembahasan yang melibatkan kami. Inilah sinergisitas pemerintah dan masyarakat yang juga akan didukung pihak swasta,” tandasnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Penggiat Literasi Lampung Yoga Pratama pun dengan lantang mengatakan Lampung sudah genting. Maka perlu membentuk Perda Literasi. “Ini komitmen yang harus dibentuk. Komitmen dalam bentuk payung hukum. Maka kita akan kawal terus,” tegasnya.
Kenapa begitu keras para penggiat literasi hingga Perda Literasi harus dibentuk di Lampung. Menurutnya setidaknya Lampung inisiasi sebagai projec contoh membangun komitmen kepada bangsanya. “Bayangkan Mbak Niken, Indonesia itu masih diurutan 60 dari 61 negara dengan minimnya minat baca. Kalau saja komitmen daerah ada dan bisa direalisasikan memberikan akses, maka mudah-mudahan kita bersumbangsih untuk meningkatkan minat baca,” kata dia kepada Presenter RRI Pro 1.
Tak hanya itu, kata penulis puisi badai dalam secangkir kopi ini juga menuturkan bahwasanya Perda Literasi diharapkan mampu merubah Image Lampung sebagai Provinsi Begal, menjadi Lampung sebagai Provinsi Literasi. “Tersedianya taman baca di setiap taman, di setiap keramaian, icon-icon Lampung seperti tempat Wisata, hotel, stasiun, bandara, hingga terminal dan kawasan ramai masyarakat lainnya,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya Literasi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pun harus bisa menberikan keadilan kepada masyarakat. “Kita tak hanya berbicara ruang dan buku. Perpustakaan bukan lagi sekedar tempat membaca, menulis dan menyimpan buku. Lebih dari itu bisa menjadi tempat pemberdayaan dan pusat belajar masyatakat,” terangnya.
Diibaratkannya pula, kenapa demikian, seperti sistem pertanian terpadu menjadi rantai makanan yang biaa menghubungkan tanaman dan manusia yang pada akhirnya kembali pada tanaman dan manusia. “Nah buku dan literasi lebih luas. Ini soal dasar membangun SDM yang akhirnya akan kembali kepada manusia itu sendiri. Semoga Pemprov Lampung dan DPRD komit. Kita pun apresiasi jika 2018 Perda Literasi di sahkan,” tandasnya. (Goy)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer