fbpx
Connect with us

Komunitas

Catat, Ini Komitmen! 2018 Lampung Punya Perda Literasi

Published

on

Lampung.co – Usulan pembentuk peraturan daerah (Perda) Literasi nampaknya menjadi bahan serius di DPRD Provinsi Lampung. Pasalnya, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Provinsi Lampung Fauzan Sibron memastikan usulan dari masyarakat dan penggiat literasi di Lampung tersebut juga merupakan inisiatif usulan DPRD untuk segera dibahas. “2018 Insya Allah selesai, dan Lampung punya Perda Literasi,” kata Sekretaris DPW NasDem Lampung tersebut saat talk show di Pro 1 RRI Lampung.
Bahkan, Fauzan memastikan pengajuan Perda Literasi sebagai inisiatif DPRD Lampung ini juga meripakan desakan banyak pihak yang ada di Provinsi Lampung. “Dalam waktu dekat ini juga menjadi konsentrasi yang akan dibahas. Mulanya naskah akademik akan disusun,” janjinya.
Kenapa dirinya dan DPRD konsent terhadap usulan Perda Literasi, ini karena diharapkan masyarakat bisa budayakan membaca dan menulis di Lampung. Sehingga untuk mewujudkan hal tersebut, semua pihak sepakat untuk mendekatkan akses membaca dan menulis hingga ke tingkat desa.
“Maka itu harus kita bentuk dan galakan payung hukumnya. Jadi gerakan literasi ini bisa dirasakan ke tingkat desa. Kita juga akan koordinasikan jika ini jadi perda ke pemerintah kabupaten dan kota dk Lampung. Sehingga provinsi nantinya bisa melakukan pembinaan dan pegawasan. Dan Kabupaten/kota bisa gerakan pendanaan sarana prasarana dan tanggungjawab di wilayah di daerahnya,” tuturnya.
Bahkan, Fauzan pun berharap, ketika Perda Literasi telah diseriuskan DPRD dan dibahas ia berharap Gubernur Lampung beserta intansi terkait pun demikian. “Inshallah selesai lah perda ini. Tapi komitmen pemerintah juga. Terutama gubernur. Bisa terbitkan Pergub. Jadi bisa dilaksanakan. Begitu juga pemerintah kabupaten/kota. Jadi sarana prasaran tidak hanya provinsi yang melaksanakan tapi juga pemerintah kabupaten kota. Sehingga program ini bisa dilaksanakan,” imbaunya.
Untuk jajaran dinas pun diingatkannya, dalam pembahasan rancangan peraturan daerah nantinya, Kepala Dinas masing-masing intansi terkait harus hadir, jangan diwakilkan ke staf. Sebab apa? Kepala dinas menurutnya memiliki kebijakan pengambilan keputusan, jauh berbeda dari tugas staf.
“Maka kita minta juga kepala dinas bisa memudahkan Perda ini dibentuk. Karena Lampung memang yang dibutuhkan di masyarakat bagaimana budaya literasi digalakan. Makanya perda ini dibuat sebagai payung hukum.
Agar kabupaten kota bisa dilaksanakan. Bagaimana mau baca kalau sarana dan prasarana tidak ada? Jadi kita buatkan payung hukum. Inshallah tahun ini perda literasi bisa diwujudkan,” tegasnya.
Menurutnya, dengan Perda Literasi nantinya juga diharapkan juga bisa gerakan swasta seperti perusahaan dan sarana dan pusat perbelanjaan yang banyak didatangi masyarakat. “Atau dana-dana CSR yang diwajibkan membuat taman baca. Jadi bisa kita awali taman di Enggal bisa didorong diibuat juga taman bacanya di sana. Sehingg tempat tempat umum bisa jadi bahan baca,” tandasnya.
Sementara Herlina Warganegara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengatakan, fokus Perda Literasi selain ke tingkatan desa juga berada pada tempat-tempat umum ada tempat baca. “Jadi harapanya dengan adanya perda literasi kita juga bisa membahas sarana prasarana, dan penginaktan kapasitas SDM. Hingga pembiayaan dan sanksi juga dibahas jika Perda ini dibentuk,” kata dia.
Selama ini, sinergisitas Pemprov Lampung melalui perpustakaan sudah baik dengan masyarakat, terlebih dikawal dengan para penggiat literasi di Lampung. “Sinergisitas ini diharapkan tidak terganggu pihak-pihak lain yang tidak bertanggungjawab. Sebab, hadirnya perpustakaan dan usulan Perda Literasi ini memang untuk masyarakat luas,” tuturnya.
Maka dari itu, beberapa program pun telah dilaksanakan, dari penyediaan tempat baca di setiap kegiatan posyandu yang juga diapresiasi ditingkat nasional hingga program-program lainnya untuk meningkatkan minat baca di Provinsi Lampung. “Maka dipastikan kami akan ikut mengawal rancangan Perda ini agar utuh menjadi Perda Literasi. Dan saya siap hadir disetiap undangan pembahasan yang melibatkan kami. Inilah sinergisitas pemerintah dan masyarakat yang juga akan didukung pihak swasta,” tandasnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Penggiat Literasi Lampung Yoga Pratama pun dengan lantang mengatakan Lampung sudah genting. Maka perlu membentuk Perda Literasi. “Ini komitmen yang harus dibentuk. Komitmen dalam bentuk payung hukum. Maka kita akan kawal terus,” tegasnya.
Kenapa begitu keras para penggiat literasi hingga Perda Literasi harus dibentuk di Lampung. Menurutnya setidaknya Lampung inisiasi sebagai projec contoh membangun komitmen kepada bangsanya. “Bayangkan Mbak Niken, Indonesia itu masih diurutan 60 dari 61 negara dengan minimnya minat baca. Kalau saja komitmen daerah ada dan bisa direalisasikan memberikan akses, maka mudah-mudahan kita bersumbangsih untuk meningkatkan minat baca,” kata dia kepada Presenter RRI Pro 1.
Tak hanya itu, kata penulis puisi badai dalam secangkir kopi ini juga menuturkan bahwasanya Perda Literasi diharapkan mampu merubah Image Lampung sebagai Provinsi Begal, menjadi Lampung sebagai Provinsi Literasi. “Tersedianya taman baca di setiap taman, di setiap keramaian, icon-icon Lampung seperti tempat Wisata, hotel, stasiun, bandara, hingga terminal dan kawasan ramai masyarakat lainnya,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya Literasi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pun harus bisa menberikan keadilan kepada masyarakat. “Kita tak hanya berbicara ruang dan buku. Perpustakaan bukan lagi sekedar tempat membaca, menulis dan menyimpan buku. Lebih dari itu bisa menjadi tempat pemberdayaan dan pusat belajar masyatakat,” terangnya.
Diibaratkannya pula, kenapa demikian, seperti sistem pertanian terpadu menjadi rantai makanan yang biaa menghubungkan tanaman dan manusia yang pada akhirnya kembali pada tanaman dan manusia. “Nah buku dan literasi lebih luas. Ini soal dasar membangun SDM yang akhirnya akan kembali kepada manusia itu sendiri. Semoga Pemprov Lampung dan DPRD komit. Kita pun apresiasi jika 2018 Perda Literasi di sahkan,” tandasnya. (Goy)

 5,635 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Berita

Peduli Korban Gempa Maluku, Gaspool: Membantu Orang Kena Musibah Adalah Kewajiban Bersama

Published

on

Gaspool Lampung

Lampung.co – Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online (Gaspool) Lampung siap melakukan aksi peduli Gempa Maluku di Tugu Adipura, Lampu Merah Way Halim dan Taman Kota Lungsir mulai Sabtu (2/11/2019) mendatang.

Ketua Gaspool Lampung Miftahul Huda menjelaskan, Gaspool Lampung senantiasa siap bergerak demi kemanusiaan. Penggalangan bersama ACT Lampung kali ini mengusung tema Kantong Pangan Untuk Maluku.

Tema tersebut diusung karena melihat masih banyak warga terdampak Gempa Maluku masih bertahan di posko pengungsian yang trauma akibat bencana alam serta kehilangan mata pencaharianya.

“Kegiatan Sosial dan Peduli Kemanusiaan sejalan dengan misi kami, karena jika bicara sebagai sesama manusia, maka harus mengedepankan kemanusiaan. Menolong orang yang terkena musibah adalah kewajiban bersama,” ujarnya.

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni merespon positif rencana penggalangan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ACT Lampung dan Gaspool sudah berjalan lebih dari setahun.

“Tak hanya kolaborasi penggalangan namun kolaborasi event internal Gaspool juga terus dijalin,” kata dia kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).

Menurut Dian, program Kantong Pangan untuk Maluku merupakan konsep baru dalam membantu warga terdampak bencana alam yang sedang dirundung kesulitan dalam menjalani kehidupan.

Selama ini, lanjutnya, pengumpulan dana dalam bentuk uang tunai, namun kali ini para dermawan bisa mengumpulkan secanting beras yang kemudian akan disalurkan ke warga terdampak.

Selain program tersebut, dia menambahkan, ACT Lampung juga tengah mengajak kepedulian kepada para santri di Seluruh Indonesia dengan program BERISI. Program ini telah diresmikan pada hari santri beberapa waktu lalu.

Melalui program ini, ACT akan membagikan bantuan beras untuk santri dipesantren-pesantren yang memenuhi syarat implementasi dengan harapan mampu menumbuhkan semangat para santri dalam menuntut ilmu.

“Harapanya kedepan akan muncul jiwa pemimpin dari kalangan santri,” pungkasnya. (*)

 28,114 kali dilihat,  44 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Kurangi Sampah Plastik, Komunitas Ruang Jingga Edukasi Pelajar Gunakan Tumbler

Published

on

Komunitas Ruang Jingga

Lampung.co – Komunitas Ruang Jingga memberikan edukasi siswa MTs PGRI Labuan Ratu, Lampung Timur tentang menfaat penggunaan tumbler dalam kehidupan sehari-hari pada 26-27 Oktober 2019.

Sosialisasi ini sejalan dengan gerakan diet plastik yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi Lampung baru-baru ini dengan menggalakan penggunaan tumbler bagi pegawai di lingkungan Pemprov.

Ketua Komunitas Ruang Jingga Delta Rahwanda mengatakan, sejak tahun 2015 Komunitas Ruang Jingga sudah mengkampanyekan gerakan #1000tumblers4lpg untuk mengurangi penggunaan botol plastik.

“Pada kegiatan kali ini, lanjutnya, Ruang Jingga memberikan edukasi kepada siswa MTs PGRI Labuan Ratu mengenai bahaya botol plastik berlogo 1, manfaat tumbler, gerakan diet plastik dan lain-lain.

“Semua materi tersebut disampaikan dengan media boneka tangan dengan harapan para siswa dapat lebih mudah menerima pesan yang kami sampaikan,” ujar Delta dalam keterangan tertulis, Senin (28/10/2019).

Delta menambahkan, hingga saat ini pihaknya telah membagikan lebih dari 3000 tumbler di beberapa sekolah di provinsi Lampung guna mengurangi sampah plastik akibat penggunaan botol kemasan.

“Besar harapan kami bahwa adik-adik dapat selalu menggunakan tumbler yang kami berikan dan digunakan setiap hari terutama ketika mereka ke sekolah,” harapnya.

Dengan demikian, kata dia, mereka akan memiliki air minum yang baik dan secara tidak langsung telah terlibat dalam kegiatan diet plastik karena tidak lagi membeli air minum kemasan.

“Di samping kegiatan #1000tumblers4lpg, komunitas Ruang Jingga juga kerap mengisi beberapa kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan baik di sekolah, kampus, dan institusi,” tandasnya. (*)

 35,934 kali dilihat,  34 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Rasfi Chapter Lampung Helat Baksos untuk Korban Terdampak Kabut Asap

Published

on

Rasfi Chapter Lampung

Lampung.co – Rakyat scootic fino (Rasfi) chapter Lampung menggelar Bakti sosial (Baksos) untuk korban kabut asap di provinsi Riau dan Jambi, Minggu (22/9/2019).

Kegiatan dengan tema “Koruptor makan suap rakyat makan asap” itu dilaksanakan dibeberapa titik di Kota Bandar Lampung yakni Tugu Adipura, Jalan Gotong Royong, Pelita dan Engal.

Ketua Rasfi, Andri mengatakan, dalam melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan melakukan penggalangan dana itu, pihaknya bekerjasama dengan ACT Lampung.

“Kami bermaksud membantu saudara kita yang berada riau dan sekitarnya yang terkena dampak kabut asap,” kata dia kepada Lampung.co, Selasa (24/9/2019) pagi.

Donasi yang terkumpul, lanjutnya, akan kami serahkan kepada pihak ACT Lampung untuk disalurkan kepada keluarga yang membutuhkan di Riau dan Jambi.

Atas suksesnya kegiatan itu, Andri mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian setempat dan ACT Lampung serta donatur yang telah berbagi kepada masyarakat terdampak kabut asap.

“Mudah-mudahan bermakna dan bermanfaat untuk saudara-saudara kita (di Riau dan Jambi),” tandasnya. (*)

 31,765 kali dilihat,  44 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca