fbpx
Connect with us

Berita

Kisah Jimmy Tentang Sadisnya Pembunuhan KKB di Nduga

Published

on

Lampung.co – Ada sebuah kesaksian yang menyedihkan dari apa yang disampaikan Jimmy Rajagukguk dilansir dari kompas.com.

Jimmy adalah salah satu korban selamat dari pembantaian yang dilakukan kelompok keriminal bersenjata (KBB) di Nduga, Papua.

Menurutnya, saat itu mereka merasa ketakutan lantaran diancam untuk dibunuh.

Bahkan di antaranya dipaksa dan terpaksa mengaku sebagai anggota TNI dari Kopassus, BIN, atau Bais.

Diterangkannya, dia dan karyawan lainnya disekap satu malam tanpa mengetahui bahwa akan dibunuh oleh KBB.

Saat itu, ada 24 karyawan PT Istaka Karya dan 1 pegawai PUPR tiba di Puncak Kabo yang jaraknya 4 jam berjalan kaki dari kamp tempat tinggal mereka di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Di Puncak Kabo, kondisi mereka dalam keadaan diikat dan diminta untuk berjongkok.

Dan ada tiga orang di antaranya harus menjalani syuting video untuk mengaku sebagai anggota TNI.

Tak sampai disitu saja, lanjutnya, ketiganya dipaksa menenteng senjata laras panjang milik kelompok KKB sambil mengaku berasal dari anggota TNI.

“Jadi mereka membawa alat kamera untuk merekam,” terangnya mengisahkan apa yang terjadi pada mereka sebelum pembantaian.

“Ada 3 orang teman kami diminta mengaku sebagai anggota TNI yang berasal dari satuan Kopassus, BIN dan Bais,” lanjutnya.

“Saya secara pribadi tidak tahu maksud mereka. Di Puncak Kabo kami ketakutan, disiksa dan hanya bisa berdoa agar Tuhan melindungi kami,” tambahnya.

Tak berselang lama dari perekaman video tersebut, mereka kembali dijadikan satu.

Dan dimulailah satu per satu ditembak dengan jarak kurang lebih 2 meter dengan menggunakan 6 pucuk senjata laras panjang dan 3 buah pistol.

“Saat itu, saya melihat mereka memiliki 6 pucuk senjata laras panjang dan 3 senjata laras pendek. Itu yang saya lihat,” terangnya.

“Tidak tahu apakah mereka masih memiliki senjata lain yang disembunyikan,” tambahnya.

Senjata itu, menurutnya, digunakan untuk menembak seluruh tawanan yang disekap.

Kejinya lagi, disampaikannya, sebelum penembakan ada tari-tarian yang dilakukan oleh kelompok KKB.

“Lalu mereka menembak sambil mengelilingi dan menari. Saat itu, tembakan mereka jadi tidak terarah dan ada di antara kami yang tidak kena tembak, termasuk saya. Namun kami semua pura-pura mati,” ungkapnya.

Usai membunuh dengan menembak secara brutal dan membabi buta, para kelompok tersebut meninggalkan para tawanan yang tergelat dengan menuju ke atas bukit.

Bahkan, tak jauh dari lokasi mereka, ada sebuah kayu yang ditancapkan dan sebuah tas noken ditinggalkan, yang diduga sebuah surat.

“Jadi, di dekat lokasi eksekusi, mereka menggali tanah dan menancapkan kayu,” terangnya.

Di kayu itu, menurut Jimmy, ada sebuah surat yang mereka letakkan di sebuah tas noken.

“Kemudian mereka pergi meninggalkan kami begitu saja dengan naik ke atas bukit. Mereka berpikir kami semua sudah mati,” katanya.

Tragedi penembakan tersebut berlangsung hanya beberapa menit saja. Total korban ada 11 selamat dari 25 orang yang ditembaki.

Sebab, mereka yang selamat pura pura ikut mati. Hanya saja, saat berusaha kabur menyelamatkan diri tak berjalan mulus.

Sebab Jimmy bersama 10 orang temannya terlihat oleh kelompok KKB masih hidup dan hendak menyelamatkan diri. Akhirnya, mereka kembali dikejar dan beberapa tertangkap.

“Jadi dari 11 orang. Banyak di antara kami yang terluka tembakan di kaki dan di tangan. Lalu kami menyelamatkan diri masing-masing dengan arah yang berbeda,” terangnya.

“Saya awalnya berlari bersama 2 orang teman yaitu alamrhum Efrandi P Hutagaol dan Rikki Kardo Simanjuntak (korban yang belum ditemukan-red),” tambah dia kembali mengulas apa yang terjadi.

Saat itu, akunya, dia bersama Rikki lari paling belakang. Saat itu, teman Hutagaol dalam kondisi terluka tembakan di telapak kakinya. Sehingga tak bisa berlari kencang.

Ia menambahkan, saat itu, lantaran kelompok KKB sudah tak lagi jauh dari lokasi mereka kabur, Rikki Rikardo Simanjuntak meninggalkannya bersama Efrandi Hutagaol.

“Jadi saat itu Rikki ketakutan dan meninggalkan saya bersama almarhum Hutagaol yang tak bisa berlari,” kata dia.

“Kemudian, almarhum meminta saya untuk meninggalkannya karena tak mampu berlari,” turutnya mengenang.

Saat itu dirinya pun dengan terpaksa meninggalkannya di sebuah semak-semak di pinggir jalan berjurang. (*)

326 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Dua Kali Curi Kotak Amal Masjid, Pegawai Honorer Pesisir Barat Diamankan Polisi

Published

on

Pencuri Kotak Amal Masjid

Lampung.co – Seorang pegawai honorer Dinas Perpustakaan Pesisir Barat diamankan Satreskrim Polsek Pesisir Tengah wilayah hukum Polres Lampung Barat atas kasus pencurian kotak amal Masjid.

Pelaku berinisial FJ (31) yang merupakan warga Pekon Gunung Kemala kecamatan Way Krui itu mencuri uang kotak amal masjid Al Mujahidin, kelurahan Pasar Krui.

Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Drs. Ansori BM Sidik mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Racmat Tri Hariyadi mengatakan, penangkapan FJ berdasarkan laporan pengurus masjid Nekita Disastra.

“Sabtu (19/10/2019), setelah menerima laporan pengurus masjid Al Mujahidin, bahwa uang yang tersimpan di kotak amal sekitar Rp600 ribu hilang di curi,” kata Ansori Minggu (20/10/2019).

Atas laporan tersebut, lanjutnya, kami datang ke Tempat Kejadian Perkara. Setelah melihat rekaman melalui CCTV pelaku menggunakan masker, namun teridentifikasi nomor polisi kendaraan tersangka.

“Lalu sekitar Pukul 22.00 WIB, tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti berupa satu kotak amal, satu unit sepeda motor, dan masker yang digunakan saat beraksi,” ujarnya.

Modus operandi, pelaku melakukan pencurian tersebut dengan cara merusak kotak amal menggunakan pembuka kaleng yang terbuat dari besi.

Pada saat melakukan aksinya, pelaku menggunakan masker karena tahu bahwa masjid tersebut di pasang beberapa kamera pengintai atau CCTV.

Setelah dimintai keterangan, Ansori menambahkan, tersangka mengakui sudah dua kali melakukan tindakan pencurian kotak amal di masjid Al Mujahidin. (*)

11,738 kali dilihat, 11,738 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Kronologi Empat Mahasiswa Itera Tersesat di Gunung Seminung

Published

on

Mahasiswa Itera Tersesat

Lampung.co – Sejumlah empat orang Mahasiswa Institut Teknologi Sumatra (Itera) dievakuasi karena tersesat di Hutan Kawasan Gunung Seminung, Jaga Raga, Sukau, Lampung Barat, Minggu (20/10/2019) malam.

Keempat mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Sipil yang bernama Septian (20), Amin (21), Agus (19) dan Sapta (20) itu ditemukan pukul 23.55 WIB.

Para korban yang seluruhnya laki-laki tersebut ditemukan Tim SAR BPBD Lampung dalam keadaan lelah karena kekurangan makanan dan minuman.

Pihak kampus pun membenarkan peristiwa tersebut. Humas Itera Rudiyansyah mengatakan, keempat mahasiswa melakukan pendakian secara pribadi, bukan kegiatan kampus.

“Alhamdulilah info terakhir yang kami dapat keempat mahasiswa tersebut sudah berhasil dievakuasi dan dalam keadaan baik,” kata dia kepada Lampung.co, Senin (21/10/2019) pagi.

Rudiyansyah menambahkan, pihak Itera juga telah berkoordinasi dengan pihak BPBD Lambar dan pihak keluarga sejak tadi malam dan para mahasiswa sudah langsung dijemput oleh pihak keluarga.

Kronoligis kejadian bermula saat 4 (empat) orang mahasiswa Itera itu melakukan pendakian Gunung Seminung pada tanggal 16 Oktober 2019. Namun perjalanan mereka tidak berjalan mulus.

Lalu salah satu korban berhasil menghubungi keluarganya menyampaikan perihal pendaki tersesat dan meminta pertolongan.

Kemudian keluarga korban yang mendapatkan informasi itu menghubungi Kantor SAR Lampung pada tanggal 20 Oktober 2019 meminta bantuan untuk dievakuasi.

Lokasi pendaki terakhir sebelum hilang kontak dikawasan gunung seminung diprediksi berada di Koordinat 04° 55’ 34.8” S – 103° 58’ 29.4” E.

Informasi diterima oleh tim Pusdalops PB dari Kantor SAR Lampung pukul 21:35 WIB. Setelah dilakukan proses pencarian, akhirnya para korban ditemukan pukul 23.55 WIB. (doy)

27,745 kali dilihat, 27,745 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 21 Oktober 2019 (Warning Nihil)

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 21 Oktober 2019 pukul 07.00 WIB hingga 22 Oktober 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (05 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 23,0 °C – 35,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 18,0 °C – 32,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 40% – 90%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 50% – 95%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan. Berpotensi terjadi hujan lokal di wilayah Metro, Lampura, Way Kanan, Lamteng, Lambar dan Lamtim.

Malam hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan

Dini hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

WARNING:
Nihil

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

313,802 kali dilihat, 11,217 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca