Ketum PPP: Keterlibatan BTP Untuk Jokowi Mendatangkan Defisit Elektoral

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mangklaim semua partai pendukung Jokowi-Ma’ruf sepakat tidak akan memanfaatkan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) di Pilpres 2019.

Menurut Romy, sapaan akrab Romahurmuziy, dengan keterlibatan BTP lebih banyak mendatangkan defisit ketimbang surplus elektoral untuk pasangan nomor urut 01 itu.

“Penilaian kita, dampak positif negatifnya itu defisit untuk paslon ini. Jadi, overall-nya, lebih banyak defisitnya ketimbang surplusnya,” kata Romi seperti dilaporkan cnnindonesia.com, Jum’at (25/1/2019).

Romy menyebutkan, penilaian dampak BTP itu berdasarkan pemetaan sosial media dengan menggunakan perhitungan dan metode ilmiah. Dampak negatif lebih besar dari dampak positif.

“Saran kita, dari pada dapat suara di sini tapi yang di sana hilang, ya sudahlah kita gak dapat suara di sini, tapi yang lain tidak berkurang,” kata Romi.

Romy juga mengkalaim bahwa Jokowi sudah menyadari hal itu bisa menimbulkan kekecewaan di kalangan pendukung Jokowi sendiri yang juga mendukung BTP.

Romy mengatakan, dampak negatif itu tak lepas dari label yang melekat pada Jokowi. Menurutnya, ada empat label yang dilekatkan pada Jokowi dan belum berubah sampai saat ini.

“Label itu adalah antek asing; antek aseng; komunis; dan anti-Islam. Perkembangan dari anti-Islam ini kan persekusi ulama, penistaan agama, dan Ahok masuk ke dalam salah satu temanya. Ini kan harus kita mitigasi,” ujarnya. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer