Ketua MPR RI Ajak Pemuda Muhammadiyah Tolak Politik Uang

Tim Redaksi

Lampung.co – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Muktamar XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Malang, Kamis (2/8/2018).

Hal tersebut dilansir dari www.mpr.go.id, dan dalam kesempatan tersebut, Zulkifli mengajak para pemuda, khususnya mahasiswa, untuk menghindari politik uang.

Tokoh politik asal Lampung ini menyebutkan bahwa setiap zaman memiliki pemudanya. Kendati demikian, ia mengingatkan agar para pemuda tidak berhenti berkarya meskipun zaman terus berganti.

Zulkifli juga mengutip tokoh-tokoh nasional yang tak hanya berjasa bagi bangsa, namun juga memiliki keterampilan.

Salah satunya yakni KH Agus Salim sebagai contoh kaum terpelajar yang menguasai 10 bahasa internasional.

Menurutnya, dengan kemampuannya, beliau berjuang melalui jalur diplomasi sehingga keberadaan bangsa Indonesia diakui dunia. Selain karena perjuangannya, prinsip hidup KH Agus Salim pun dikenal banyak orang.

Selain sosok KH Agus Salim, bapak proklamasi Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta juga merupakan contoh pemuda sekaligus pelajar yang progresif.

Saat masih menjadi mahasiswa, Bung Karno dekat dengan rakyat, mau mendengar, dan memperjuangkan nadi kehidupan masyarakat.

“Bung Hatta, dia memang sekolah di luar negeri, tapi tak lupa dengan rakyatnya. Bersama mahasiswa Indonesia di Eropa (diaspora), ia berjuang menyuarakan kepentingan bangsa, sehingga diakui oleh dunia,” kata Zulkifli.

Tongkat estafet pembangunan bangsa ini pun harus terus dilanjutkan oleh para pemuda dari generasi ke generasi. Saat ini, kata Zulkifli, bangsa Indonesia menanti bakti para pemuda dan mahasiswa untuk turun ke masyarakat.

Selain memantik semangat untuk terus berkarya, Zulkifli pun mengingatkan para mahasiswa untuk dengan tegas menolak politik uang dalam kepemimpinan.

Memilih pemimpin berdasarkan uang bukan hanya berbahaya bagi kredibilitas pemimpin yang terpilih kelak, namun juga kerap menimbulkan kekecewaan di masa depan.

Karenanya, di tahun politik ini, mahasiswa harus berperan secara aktif untuk mengedukasi masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik.

Memilih dengan hati, bukan semata-mata karena sembako, apalagi amplop. Pelajari pula rekam jejak, sosok dibalik kandidat tersebut, dan kepeduliannya terhadap masyarakat.

“Ditahun politik ini, mari ajarkan persatuan dan kesatuan, jangan adu domba. Memilih dengan hati, jangan karena sarung atau sembako. Mari memilih untuk perbaikan dan perubahan,” pungkasnya. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer