Menu

Kerusuhan di Jakarta, Ini Desakan KontraS Untuk Elit Politik dan Aparat

  Dibaca : 307 kali
Kerusuhan di Jakarta, Ini Desakan KontraS Untuk Elit Politik dan Aparat
Kerusuhan 22 Mei di Jakarta | Foto: Ist

Lampung.co – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta semua elite politik bertanggung jawab atas kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini.

Baik dari kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki tanggung jawab yang sama.

Bahkan KontraS menilai pernyataan masing-masing kubu bukannya mendinginkan suasana malah justru makin memperkeruh situasi.

Dalam keterangan tertulis , Rabu (22/5/2019) malam, KontraS menyebut kedua belah pihak terus melontarkan pernyataan publik yang semakin memperkeruh keadaan.

“Alih-alih mendinginkan suasana, pernyataan kedua kubu justru semakin memperburuk situasi sejak sebelum dan setelah penetapan pemenang pilpres oleh KPU,” jelasnya.

KontraS menyebut, pascapemilu ini terjadi kerusuhan di beberapa titik, yakni Petamburan, Slipi, KS Tubun, Sabang, dan Wahid Hasyim menyebabkan ratusan orang terluka dan meninggal dunia.

“Hasil pantauan sementara dari sejumlah rumah sakit dan lapangan, kami mencatat setidaknya 300 orang mengalami luka-luka, 10 orang luka berat, dan 5 orang meninggal dunia,” terangnya

Data tersebut, lanjutnya, telah terverifikasi dan beberapa korban yang meninggal dunia diidentifikasi mengalami luka tembak di bagian dada dan leher.

“Kami juga mengidentifikasi bahwa massa demonstran berasal dari beragam daerah, seperti Tangerang, Bekasi, Bangka, Bogor, dan Depok, umumnya masih berusia kisaran remaja,” ucapnya.

KontraS juga menilai langkah pemerintah yang membatasi akses informasi tidak membantu meredam situasi. Langkah itu dinilai tidak menunjukkan tanggung jawabnya suatu negara.

“Langkah pemerintah untuk membatasi akses informasi tidak membantu meredam situasi dan tidak menunjukkan tanggung jawabnya sebagai negara,” tegasnya.

Di sisi lain, tambahnya, pernyataan-pernyataan elite politik dari kedua kubu menunjukkan kegagalan mereka dalam melakukan self-cencorship atas ucapan-ucapannya, seperti Wiranto dan Amien Rais.

Akibat peristiwa ini, KontraS mendesak aparat kepolisian harus bisa menjamin keamanan bagi warganya dan meminimalkan bentuk kekerasan.

Menurutnya, aparat kepolisian untuk memastikan kebebasan berkumpul dan menyampaikan pendapat mendapatkan perlindungan jaminan keamanan.

Tetap menjadikan prinsip-prinsip proporsionalitas, serta penghormatan, penghargaan, perlindungan, serta pemenuhan hak asasi manusia dalam merespons dan menyikapi masa aksi di lapangan.

“Termasuk meminimalisir segala bentuk represivitas yang dapat menambah eskalasi kekerasan dan jatuhnya korban jiwa,” paparnya.

Tak hanya itu, KontraS juga meminta para elite politik dari kedua belah kubu berhenti memanas-manasi situasi dengan pernyataan mereka.

“Menghentikan pernyataan dan kebijakan yang dapat memicu eskalasi kekerasan, serta melakukan upaya aktif untuk meredakan situasi dan kondisi yang terjadi,” tutupnya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional