Menu

Keputusan Pemindahan Ibu Kota Negara Setelah Pilpres 2019, Bagaimana Persiapan Lampung?

  Dibaca : 320 kali
Keputusan Pemindahan Ibu Kota Negara Setelah Pilpres 2019, Bagaimana Persiapan Lampung?
Koordinator Tim Kesekretariatan dan Manajerial Panja FGD DKI Lampung Dedi Rohman (kiri), bersama inisiator Panja FGD DKI Lampung Andi Desfiandi dan Ahmad Muslimin | Foto: Ist.

Lampung.co – Lama senyap dari jagat berita, hentak isu rencana pemindahan ibu kota negara yang sepanjang tahun lalu jadi tajuk media, sejenak muncul lagi dengan narasi tunggal bahwa kelanjutannya akan diputuskan pemerintah pasca-Pilpres 2019.

Mengutip penjelasan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro seperti dilansir laman katadata.com (Jum’at, 20/7/2018), rencana tersebut baru akan dipertegas pemerintah setelah pemilu.

“Mungkin setelah April 2019 keputusan jadi atau tidaknya,” demikian tegas Bambang Brodjo seperti dilaporkan katadata.com.

Disebutkan Bambang, kelanjutan program besar itu baru akan dilakukan setelah Pilpres, oleh sebab itu diperlukan kepastian siapa yang akan menentukan kebijakan ini, apakah tetap di Jakarta atau dipindahkan ke kota lain nantinya.

“Akan sangat berat bagi pemerintah memutuskan perpindahan ibu kota di tengah situasi politik, khususnya momen pemilihan kepala negara yang akan berlangsung,” ujar Bambang menyebut pertimbangannya.

Penegasan itu turut menuai respons dari para punggawa Panitia Kerja Focus Group Discussion (Panja FGD) DKI Lampung.

Panitia ad hoc wadah barisan pendukung perjuangan kolektif pengusulan kajian ilmiah Provinsi Lampung sebagai calon alternatif lokasi ibu kota pusat pemerintahan NKRI pengganti DKI Jakarta ini turut unjuk diri.

Koordinator Tim Kesekretariatan dan Manajerial Panja FGD DKI Lampung Dedi Rokhman mengatakan, pihaknya mengapresiasi penegasan sang menteri sebagai bentuk ketegasan sekaligus keseriusan pemerintah.

Baik dalam mengelola manajemen isu yang telah berhembus, hingga memberi afirmasi publik terkait wacana pemindahan ibukota Negara tersebut.

“Kami tetap pada prinsip bahwa sebagai salah satu daerah yang menawarkan diri, mengusulkan kepada pemerintah tentang kelayakan Lampung jadi salah satu kandidat utama calon lokasi ibu kota negara, apa pun keputusannya kami berharap itulah yang terbaik. Optimis dong, harus,” kata Dedi Rokhman kepada Lampung.co, Rabu (25/7/2018).

Dedi menjelaskan, hasil kajian ilmiah 34 narasumber pada FGD Emersia 15 Agustus dan FGD ITERA 3 Oktober 2017 yang telah kami serahkan langsung melalui tangan inisiator Panja FGD DKI Lampung Pak Andi Desfiandi ke Menteri Bambang.

Mantan aktivis 1998 yang akrab disapa Dero ini berharap, isu dari progres kemajuan tindakan nyata pemerintah mengawal program raksasa anak bangsa ini tidak dipukul mundur.

“Kita pantang setback. Maju terus. Kemajuan kualitatif yang dicapai di era Jokowi, sepanjang isu ini mengemuka sejak “Pidato Palangkaraya” Bung Karno 17 Juli 1958 sampai detik ini, harus terus kita dorong,” imbuhnya. (*/doy)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional