fbpx
Connect with us

Berita

Kekeringan Berdampak pada Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Published

on

Krisis Air Bersih

Lampung.co – Direktur Social Distribution Program (SDP) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Wahyu Novyan mengajak masyarakat untuk tidak abai pada kasus kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Menurut Wahyu, kekeringan bisa berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, bahkan hingga lost generation atau kehilangan generasi. Merespon kondisi tersebut, dalam kurun empat bulan, ACT telah memproses kurang lebih 1.400 sumur wakaf di seluruh Indonesia.

“Kalau seseorang sudah tidak punya air, maka dampak turunannya jadi berat. Dampaknya bisa ke air minum, kebutuhan makan, air bersih, kebutuhan untuk mandi, kebutuhan aktivitas, ibadah, solat, dan lain-lain,” ungkap Wahyu.

Sebab itu, kata Wahyu, harus ada kesiapsiagaan yang dibangun. ACT telah melakukan sejumlah aksi untuk meredam krisis air bersih akibat kekeringan kali ini. Aksi utamanya tentu distribusi air bersih. Dari data yang kami kompilasi, ada sekitar 55 kabupaten juga kota yang kepala daerahnya sudah menyatakan darurat kekeringan.

Ia menambahkan, selain distribusi air bersih, masyarakat harus memerhatikan rencana jangka panjang dalam menuntaskan dampak kekeringan tersebut. Menurut Wahyu, ACT akan berikhtiar menggerakkan sektor wakaf, seperti pembuatan sumur wakaf dan sumur resapan.

“Tentunya kalau jangka panjang kita akan berdayakan sektor wakaf. Kita punya sumur wakaf, harus ada pendampingan masyarakat, sehingga masyarakat ada inisiatif kalau mereka tidak punya air, tau langkah apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi kekeringan tidak bisa dibiarkan, sebab lama-lama kesadaran masyarakat akan hilang dan lama-lama masalah kekeringan menjadi kronis. Bantuan jangka panjang tersebuat telah direalisasikan oleh Global Wakaf-ACT melalui program sumur wakaf di berbagai lokasi.

Misalnya, ketika tim Global Wakaf mengunjungi Lumbung Ternak Wakaf (LTW) ACT yang ada di Cintabodas. Warga masih dapat menikmati sumber air yang melimpah. Hal ini bertolak belakang dengan beberapa wilayah di Tasikmalaya yang sedang mengalami kekeringan di awal musim kemarau.

Salah satu pengurus LTW Tasikmalaya, Puji Saepulrohman, mengatakan air melimpah itu bersumber dari Sumur Wakaf. Puji mengatakan, semenjak adanya Sumur Wakaf, banyak hal terbantu dari airnya.

Tak sedikit warga sekitar LTW yang memanfaatkan air sumur ini. Warga kadang mencuci dan mandi di sini. Ketika kemarau, air enggak kering. Saat pembangunan jalan desa, air juga diambil dari Sumur wakaf.

Puji menambahkan, untuk menjaga agar pasokan air terus ada dari Sumur Wakaf, ia hanya perlu melalukan perawatan rutin. Perawatan yang dilakukan seputar pipanisasi. Kontrol pipa secara rutin, kalau ada yang pecah ya diganti.

“Pemeliharaan ini supaya tak ada hambatan air untuk keluar dan bisa terus dimanfaatkan warga,” imbuhnya.

Di tempat yang berbeda, seremoni peletakan batu pertama Sumur Wakaf Global Wakaf-ACT dilakukan oleh Kepala Desa Ridogalih. Pembangunan Sumur Wakaf ini adalah salah satu penanganan jangka panjang atas kekeringan yang kerap melanda Kampung Gempol II di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi beberapa bulan ini.

Tim Global Wakaf Sutaryo mengatakan, Sumur Wakaf ini akan memiliki kedalaman hingga lebih dari 60 meter. Di sekitar daerah yang kita tempatkan Sumur Wakaf itu sudah ada beberapa sumur yang keluar airnya, meski debitnya itu kecil krena masing-masing sumurnya itu hanya di kedalaman 60 meter.

“Sumur kita ini akan kita usahakan lebih dari 60 meter supaya debit airnya lebih besar. Dan sudah kita survei juga di lokasi yang kita bangun, sumber airnya bagus,” jelas Sutaryo.

Selain distribusi air bersih di 28 cabang di berbagai lokasi kekeringan, ACT juga melakukan sejumlah aksi pendampingan seperti pelayanan kesehatan dan makanan gratis. ACT mengajak semua masyarakat untuk bahu-membahu mengirimkan bantuan melalui aksi nyata melalui bit.ly/DermawanAtasiKekeringan.

Mari atasi kekeringan yang mematikan ini dengan menjadi Dermawan. (*)

766 kali dilihat, 45 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 26 Januari 2020 pukul 07.00 WIB hingga 27 Januari 2020 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Barat – Barat Laut dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (06 – 28 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 3 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 24,0 °C – 33,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 18,0 °C – 30,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 70% – 98%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 80% – 98%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

Siang dan Sore hari diprakirakan hujan di Lamsel, Balam, Lamteng, Metro, Lamtim, Mesuji, Tuba, Tubabar, Way Kanan, Lampura, Lambar, Pesibar, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran.

Malam hari diprakirakan Berawan, berpotensi hujan di wilayah Lamteng, Lamtim, Lampura, Mesuji, Tuba, Tubabar, Way Kanan.

Dini hari diprakirakan Berawan, berpotensi hujan di wilayah Lamsel, Lamteng, Lamtim, Lampura, Mesuji, Tuba, Tubabar, Way Kanan.

WARNING:

Waspada potensi hujan lebat dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Mesuji, Tubabar, Way Kanan pada sore dan malam hari.

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

953,036 kali dilihat, 5,946 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Penduduk Miskin di Indonesia Masih Tinggi, Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga Pangan

Published

on

Junaidi Auly
Anggota DPR RI Junaidi Auly | Foto: Ist.

Lampung.co – Jumlah penduduk miskin pada September 2019 masih cukup tinggi, mencapai 24,79 juta jiwa. Dibandingkan Maret 2019, jumlah penduduk miskin hanya turun sekitar 350 ribu jiwa.

Penurunan tersebut lebih rendah dibandingkan rilis Maret 2019, mencapai 530 ribu jiwa. Hal yang sama juga terlihat pada jumlah kemiskinan di perkotaan maupun pedesaan. Jumlah kemiskinan di pedesaan mencapai 14,93 jiwa atau hanya turun 220 ribu.

Sementara itu angka kemiskinan di perkotaan mencapai 9,86 juta jiwa atau hanya turun 130 ribu jiwa. Secara total, penurunan angka kemiskinan pada September 2019 hanya 0,19 persen dibanding Maret 2019.

Anggota Komisi XI DPR Junaidi Auly menjelaskan bahwa penurunan persentase angka kemiskinan juga relatif lamban. Penurunan persentase angka kemiskinan pada rilis Maret 2019 mencapai 0,25 persen dibandingkan September 2019.

“Dari sisi pulau, kantong kemiskinan terbesar masih berada di Maluku dan Papua mencapai 20,39 persen; disusul Bali dan Nusa Tenggara sekitar 13,36 persen,” kata Junaidi kepada wartawan, Jum’at, (24/1/2020) kemarin.

Dalam hal mempercepat penurunan angka kemiskinan, lanjutnya, salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah adalah menjaga stabilitas harga pangan terutama beras. “Pemerintah harus bisa mengantisipasi masalah harga bahan pokok agar tetap stabil,” ujarnya.

“Ini penting untuk memberikan ketenangan hidup masyarakat disamping banyak harga kebutuhan lain yang naik,” imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras menjadi penyumbang utama garis kemiskinan di Indonesia. Di perkotaan, porsi beras mencapai 20,35 persen terhadap garis kemiskinan sedangkan di pedesaan mencapai 25,82 persen.

Kemudian disusul komoditas terbesar kedua yakni rokok kretek filter, masing-masing 11,17 persen dan 10,37 persen di perkotaan dan di pedesaan. (*)

10,472 kali dilihat, 5,948 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ratusan KK Terdampak Banjir di Gedong Tataan, Ini Kata Sekda Pesawaran

Published

on

Banjir di Gedong Tataan
Sekda Pesawaran terima bantuan dari ACT Lampung untuk korban Banjir di Gedong Tataan | Foto: Ist.

Lampung.co – Bencana Banjir Bandang yang menerjang pemukiman warga Dusun Karang Sari Desa Bagelen 2 Kecamatan Gedong Tataan tak luput dari perhatian relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung.

Kamis (23/1/2020) sejumlah relawan tiba di lokasi terdampak banjir bandang dengan menyalurkan bantuan yang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Ir. Kesuma Dewangsa, M.M untuk disalurkan kepada warga terdampak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Kesuma Dewangsa saat ditemui tim relawan ACT di lokasi Banjir mengatakan, air tiba-tiba datang mulai pukul 02.00 WIB dan menerjang pemukiman warga disekitar bantaran Sungai.

Setelah itu air mulai surut menjelang waktu shubuh. Dia menerangkan, ada empat desa yang terdampak namun yang paling parah di Desa Bagelen 2 Gedong Tataan. Untuk di Negeri Katon banyak area persawahan yang terdampak.

Lanjut Kesuma, banjir yang menerjang Gedong Tataan merupakan banjir langganan setiap tahun. Dimana kali ini terdapat dua rumah yang hanyut diterjang banjir. Menurutnya solusi relokasi merupakan langkah terbaik melihat letak rumah berada diarea 50 meter dari sungai.

Untuk langkah selanjutnya, pihaknya telah menyiapkan program jangka pendek, menengah dan panjang. Warga diminta siap siaga untuk banjir susulan karena menurut prediksi puncak curah hujan akan terjadi pada sekitar 1-20 Februari 2020.

“Pemerintah Daerah Pesawaran mengucapkan terimakasih kepada relawan ACT yang begitu tanggap partisipasinya dalam membantu kami, salam untuk seluruh pengurus ditingkat pusat dan daerah,” kata dia.

Perwakilan Relawan ACT Lampung, Ireniza Pradevi menyebut, berdasarkan hasil assesment, banjir bandang dimulai Pukul 02.00 WIB. Untuk pemukiman yang terdampak parah di sepanjang sungai.

Kejadian banjir merupakan kejadian yang ketiga kali, bahkan ada satu rumah yang rubuh untuk kedua kalinya. Saat ini kondisi air sudah surut, jumlah kk terdampak sekitar 200 kk dan yang terdampak parah sekitar 30 kk.

Dia menambahkan, relawan yang turun membantu warga terdampak berasal dari lintas komunitas yakni Komunitas Langkah Relawan, Philanthrophy Movers ACT dan tim program.

“Saat ini kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi berupa makanan, sembako, perlengkapan kebersihan, pakaian baru, perlengkapan tidur dan perlengkapan sekolah,” ujar Ireniza. (her)

18,959 kali dilihat, 5,291 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca