Ke DPRD Lampung, Granat Paparkan Metode Pencegahan, Peredaran Gelap, dan Penyalahgunaan Narkoba

Tim Redaksi

Lampung.co – DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Lampung hadir di ruang rapat DPRD Lampung, Kamis (26/07/2018).

Kehadiran Granat Lampung ini untuk memaparkan metode pencegahan, peredaran gelap, dan penyalahgunaan narkoba.

Dalam Hearing yang dipimpin Ketua Pansus Raperda Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya, Tulus Purnomo  ini dihadiri stakeholder lainnya.

Di antaranya yang menghadiri hearing tersebut adalah anggota pansus dan disaksikan jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Dinas Sosial Provinsi Lampung, dan Perwakilan Polda Lampung.

Selain itu, hadir pula Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Lampung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Lampung, dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Sementara, Ketua Harian DPD Granat Lampung, Rusfian Effendi, menyampaikan rasa prihatin Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran empuk pasar besar peredaran dan perdagangan narkoba di dunia.

“Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengguna yang mencapai 18 ribu orang meninggal dunia sia-sia setiap tahun,” kata dia seperti yang ditulis dalam rillis yang diterima Lampung.co.

Adapun Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan, disebutkannya adalah jenis ganja, ekstasi dan sabu.

Ketiga jenis tersebut, kata Rusfian menyasar pada kelompok yang awalnya hanya mencoba pakai terutama kelompok pelajar, mahasiswa dan kelompok pekerja usia produktif.

Peningkatkan ini, kata dia, karena kurangnya pemahaman tentang bahaya dari penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

“Selain itu kurangnya kepedulian masyarakat, dan terkadang aspek penegakan hukumnyapun masih lemah dan tidak berpihak pada rasa keadilan masyarakat,” imbuhnya.

Dipaparkannya, pengguna narkoba saat ini, sekitar 5,9 juta jiwa, 22 persen diantaranya adalah para pelajar dan mahasiswa calon penerus generasi bangsa, sebagian lagi masih dalam usia produktif.

Pecandu narkoba tersebut, menurutnya sebagian kecil saja yang dapat pulih kembali kepada kehidupan normal.

“Karena sebagian berakhir idiot dan menjadi beban keluarga, beban masyarakat sekaligus beban negara, bahkan banyak yang menunggu kematiannya,” terangnya.

Setiap hari, lannjutnya, ada 50 orang mati sia-sia karena narkoba, bahkan mencapai 18 ribu orang setiap tahunnya.

Maka, di dalam pembahasan raperda ini Granat Lampung menegaskan, diperlukan metode yang masif terpadu dan berkesinambungan. Sehingga dapat mencegah kejahatan, peredaran gelap, dan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu juga, kata dia, dibutuhkan sinergi, peran aktif dan pendayagunaan seluruh komponen dan potensi bangsa, serta dukungan dan partisipasi dari segenap lapisan masyarakat dalam menghadapi bencana narkoba.

Menurutnya, ada empat metode yang harus dilakukan secara bersamaan. Empat metode tersebut pun ia jelaskan, diantaranya:

Pertama Preemtif, dengan melakukan cegah dini untuk menyampaikan informasi yang seluas luasnya kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Hal ini agar timbul kesadaran untuk tidak menggunakannya, upaya ini biasa disebut “KIE” Komunikasi, Informasi dan Edukasi.

Kemudian Prefentif, yaitu upaya mencegah masuknya barang haram narkoba ke Indonesia, baik melalui jalur darat, bandara, pelabuhan, dan pintu-pintu masuk pelabuhan tikus disepanjang bentangan pantai yang ada di Indonesia.

“Kurangnya aparat penegak hukum, bisa dilakukan upaya dengan melibatkan partisipasi dan dukungan masyarakat,” imbuhnya.

Upaya prefentif ini juga, kata dia, dapat dilakukan dengan cara razia secara berkesinambungan terhadap tempat-tempat yang rentan dan biasa dijadikan tempat transaksi narkoba.

Kemudian Represif, yaitu upaya penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Di dalam upaya ini harus ada sinergi dan konsistensi antara kepolisian, BNN, jaksa serta hakim dalam menegakkan hukum,” terangnya.

Terakhir Rehabilitasi, upaya ini dilakukan bagi para pecandu, yang sudah ketergantungan terhadap narkoba, metodenya dengan rehabilitasi medis, psikis dan sosial. Upaya ini harus dilakukan terpadu dan terintegrasi.

Sementara, dari Granat Lampung sendiri yang hadir selain Rusfian Effendi, hadir juga pengurus Granat Lampung lainnya. (rls/goy)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer