Kasus Jual Beli Jabatan: KPU Lampung Dipanggil DPRD, Esti Diperiksa Polda

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Kasus jual beli jabatan dalam seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulang Bawang beberapa waktu lalu terus bergulir.

Terkait kasus tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung kembali memanggil Komisioner KPU Provinsi Lampung, Senin (2/12/2019).

Panggilan wakil rakyat tersebut dipenuhi Ketua KPU Lampung Erwan Bustami dan komisionernya Ismanto, Ali Sidik, M. Tio Aliansyah dan Antoniyus Cahyalana.

Turut hadir Sekretaris KPU Provinsi Lampung Gunawan Riadi dan jajarannya dalam memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi I DPRD Provinsi Lampung tersebut.

Sementara, dihimpun dari Lampost.co, Esti Nur Fathonah yang diduga menerima uang pelicin dalam kasus ini tidak hadir karena sedang menjalani pemeriksaan Polda Lampung.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung Yozi Rizal mengatakan, setelah mendengarkan kesaksian pelapor Budiono, dirinya percaya bahwa ada dugaan jual beli jabatan.

Oleh karena itu, pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan dan sanksi terhadap Komisioner KPU Lampung Esti Nur Fathonah dari pihak yang berwajib yakni Polda Lampung dan DKPP RI.

Politisi Partai Demokrat ini meminta KPU untuk kembali kepada marwahnya, menjadi lembaga yang berintegritas dan kembali dipercaya oleh publik.

“KPU harus dipercaya oleh masyarakat untuk menjalankan tugasnya mensukseskan kepemiluan,” tegas Yozi Rizal.

Diketahui, seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung terpilih Esti Nur Fathonah dilaporkan karena diduga melanggar kode etik penyelenggara pemilihan umum.

Esti yang ditetapkan sebagai anggota KPU Lampung terpilih pada 11 September 2019 itu diduga terlibat kasus suap dalam rekrutmen (seleksi) calon anggota KPU Kabupaten Tulang Bawang.

Kasus ini diungkap oleh anggota Tim Seleksi KPU Lampung, Dr.Budiono yang mengaku mengetahui proses suap dan memiliki barang bukti saat konferensi pers di LBH Bandar Lampung, Jumat (8/11/2019).

Baca: Komisioner KPU Lampung Diduga Terlibat Suap Seleksi Calon Anggota KPU Tulang Bawang

Disebut terlibat dugaan kasus jual beli jabatan anggota KPU kabupaten Tulang Bawang, Esti Nur Fathonah akhirnya buka suara pada Senin (11/11/2019) dan membantah tuduhan tersebut.

Dia menyangkal telah menerima uang sebesar Rp100 juta dari calon anggota KPU Tulang Bawang agar lolos menjadi komisoner seperti yang dituduhkan Budiono.

Baca: Komisioner KPU Lampung Bantah Terima Uang 100 Juta, LBH Siap Dampingi Korban

Untuk mengkaji laporan Budiono, Komisi I DPRD Lampung memanggil pelapor, komisioner KPU Lampung, dan pihak terkait untuk dengar pendapat, Rabu (13/11/2019).

Setelah dilakukan rapat dengan pendapat itu, Komisi I menyatakan dukungan agar kasus tersebut dapat segera dituntaskan secara benar dan terbuka.

“Intinya, jangan sampai yang benar disalahkan, dan yang salah dibenarkan,” kata Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung Yozi Rizal.

Tak sampai disitu, menindak lanjuti dugaan mafia jual beli jabatan anggota KPU tersebut, komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik menyambangi kantor KPU Provinsi Lampung, Kamis (14/11/2019).

Dalam kunjungan KPU RI itu, digelar pertemuan secara tertutup di ruang Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami. Dalam pertemuan itu turut hadir pelapor Budiono.

Baca: Dugaan Jual Beli Jabatan KPU di Lampung: DPRD Hingga KPU RI Turun Tangan

Hampir satu bulan berlalu, kasus jual beli jabatan anggota KPU ini masih bergulir. Hari ini, Ketua KPU beserta jajarannya dipanggil DPRD dan Esti Nur Fathonah diperiksa Polda Lampung. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer