Menu

Kapal Kemanusiaan Tahap Dua untuk Palu Telah Berlayar, Bawa 750 ton Logistik

  Dibaca : 123 kali
Kapal Kemanusiaan Tahap Dua untuk Palu Telah Berlayar, Bawa 750 ton Logistik
Kapal Kemanusiaan untuk Palu | Foto: Ist.

Lampung.co – Bekerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Kapal Kemanusiaan untuk Palu, Sigi, dan Donggala kembali diberangkatkan, setelah sebelumnya kapal berlayar dari Surabaya pada 8 Oktober lalu.

Berbarengan dengan pengiriman bantuan melalui jalur darat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut mengirim muatan pangan dan logistik dalam jumlah besar.

KMP Drajat Paciran, kapal yang didapuk sebagai Kapal Kemanusiaan tahap dua untuk Palu, Sigi, dan Donggala ini lepas sauh dari Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/10/2018) kemarin.

Kapal berlayar menuju Pelabuhan Pantoloan, Palu, dengan membawa ratusan ton bahan pangan dan logistik.

Pelepasan Kapal Kemanusiaan ini dihadiri oleh Presiden ACT Ahyudin beserta jajaran direksi PT ASDP Ferry Indonesia (Persero).

Dalam sambutannya, Ahyudin menyampaikan masih tingginya kebutuhan para penyintas gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, meskipun sudah memasuki pekan ketiga pascabencana.

Oleh karena itu, lanjut Ahyudin, ACT tidak henti-hentinya berikhtiar untuk memberikan penanganan kebencanaan yang menyeluruh, dimulai dari masa tanggap darurat.

Selama penanganan di masa tanggap darurat ini, ACT bersinergi dengan berbagai elemen. Hal ini, menurut Ahyudin, menjadi hikmah di mana seluruh masyarakat bersatu membantu korban bencana di Sulteng.

“ACT bersyukur atas kolaborasi yang baik dengan semua pihak, rakyat Indonesia dari berbagai lapisan. Ikhtiar itu menjadi terwujud dengan keseriusan sarana transportasi yang juga sigap,” ujar Ahyudin.

Pemberangkatan Kapal Kemanusiaan tahap dua ini menjadi ikhtiar serius penanganan kedaruratan, setelah lebih dari dua pekan bencana tersebut melumpuhkan kota Palu dan sekitarnya.

Menurut Ahyudin, Kapal Kemanusiaan (KK) untuk Palu,Sigi, dan Donggala membawa 750 ton logistik, yang berasal dari publik, komunitas, dan instansi.

“Bantuan berupa sembako, air mineral, obat-obatan, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, tenda, dan lainnya,” jelas Ahyudin.

“Semua itu merupakan bentuk kepedulian berbagai pihak yang telah dikumpulkan di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Gunung Sindur, Bogor,” tambahnya.

Selain membawa bantuan masyarakat yang dihimpun oleh ACT, Kapal Kemanusiaan juga membawa bantuan yang diamanahkan masyarakat DKI Jakarta dan sejumlah instansi yang terkumpul di Balai Kota.

“Mereka di antaranya BPBD Provinsi DKI Jakarta, PMI DKI Jakarta, Dompet Dhuafa, Organisasi Turun Tangan, Rumah Zakat, Youth Power Indonesia, dan Relawan Jakarta Maju Bersama,” terangnya.

Tidak berhenti sampai sini saja, logistik juga akan terus dikerahkan dari berbagai daerah untuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas gempa dan tsunami di Palu.

“Kapal Kemanusiaan seperti ini, memang bukan yang terakhir. Sepanjang kemanusiaan ada di batin rakyat Indonesia, selama itu pula program ini akan terus eksis,” tutup Ahyudin. (*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional