Connect with us

Berita

Kanwil II KPPU Fokus Tangani Tiga Dugaan Pelanggaran, Termasuk Pelindo II Panjang

Published

on

Wahyu Bekti Anggoro
Kepala Kantor Perwakilan KPPU II Wahyu Bekti Anggoro | Foto: Lampung.co

Lampung.co – Selama tahun 2020, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) II telah melakukan serangkaian tugas pokok dan fungsinya dalam bidang kajian dan advokasi, harmonisasi kebijakan persaingan usaha di daerah, penegakan hukum, serta penelitian pada seluruh wilayah kerjanya yang melingkupi Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Lampung, Provinsi Bangka Belitungm dan Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Kantor Perwakilan KPPU II Wahyu Bekti Anggoro mengatakan, dalam hal kajian dan advokasi, KPPU Kanwil II telah melakukan kajian/pemetaan struktur pasar dan perilaku usaha sektor industri strategis pada kajian kopi di Provinsi Lampung untuk meneliti impor kopi tahun 2019, gambaran industri kopi di Provinsi Lampung, alur tata niaga kopi, dan perilaku pelaku usaha kopi di Provinsi Lampung.

“KPPU Kanwil II juga melakukan kajian terhadap komoditas pangan yaitu terkait pendataan harga di 5 (lima) provinsi wilayah kerja. Selain itu KPPU Kanwil II juga melakukan kajian terkait komoditi ubi kayu di Provinsi Lampung yang menunjukan bahwa permasalahan industri ubi kayu disebabkan karena tidak adanya pedoman dan regulasi yang mengatur terkait standar baku dalam perhitungan dan pengukuran refaksi ubi kayu,” kata dia, Senin (28/12/2020).

Sementara itu, lanjutnya, pada harmonisasi kebijakan persaingan usaha di daerah, KPPU Kanwil II juga melakukan Asistensi terhadap konsultasi penyusunan kebijakan pembangunan pertanian terkait dengan komoditi kopi di Provinsi Lampung. Selain itu KPPU Kanwil II juga melakukan Asistensi terkait Surat Himbuan Gubernur Sumatera Selatan tentang Penunjukan BUMD oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang saat ini sudah pada tahapan penyelesaian kesimpulan dan laporan kepada Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Dari sisi penegakan hukum, Wahyu menambahkan, KPPU Kanwil II telah menerima dan melakukan penilaian atas 13 (tiga belas) laporan pelanggaran dari masyarakat yaitu 12 (dua belas) laporan terkait laporan pelanggaran persaingan usaha dan 1 (satu) laporan terkait pelanggaran kemitraan.

“Tindak lanjut dari laporan tersebut, 9 (sembilan) laporan yang telah diklarifikasi ditutup karena tidak memenuhi syarat formil dan materil, 3 (tiga) laporan persaingan usaha di lanjutkan ke penyelidikan dan 1 (satu) laporan kemitraan di lanjutkan ke pemeriksaan pendahuluan,” jelasnya.

“Selanjutnya pada akhir tahun 2020 sampai dengan awal tahun 2021, KPPU Kanwil II fokus melakukan 3 (tiga) penelitian dugaan pelanggaran yang bersumber dari laporan maupun inisiatif,” imbuhnya.

Penelitian-penelitian tersebut, kata Wahyu, terkait dugaan praktik monopoli yang dilakukan oleh Pelindo II di Pelabuhan Panjang, dugaan praktik monopoli ASDP di Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni di Lampung, dan dugaan pelanggaran kemitraan pada sektor perkebunan kelapa di Lampung.

“Selain itu, KPPU Kanwil II juga aktif melakukan publikasi baik daring dan luring terkait Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 sebanyak 24 (dua puluh empat) sosialisasi kepada Pelaku Usaha, Pemerintah Daerah, Akademisi, dan Masyarakat Umum, untuk melakukan edukasi dan pencegahan terjadinya pelanggaran hukum persaingan usaha di wilayah kerja KPPU Kanwil II,” tandasnya. (*)

 69,781 kali dilihat,  116 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-796-2288

Berita

Jaga Keseimbangan Lingkungan, Mitra Bentala Dampingi Nelayan Pencari Rajungan

Published

on

Rizani Ahmad
Direktur Eksekutif Mitra Bentala, Rizani Ahmad | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Mitra Bentala Keluarga Peduli Lingkungan lakukan pendampingan kelompok nelayan pencari rajungan di beberapa daerah di Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut dilakukan Lembaga yang berdiri sejak 1995 itu bertujuan untuk memberikan dedikasi kepada nelayan dalam melakukan kegiatan penangkapan rajungan agar tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Demikian dikatakan Rizani Ahmad Selaku Direktur Eksekutif Mitra Bentala saat ditemui Lampung.co di kantornya di Jalan Sejahtera Sumberejo Sejahtera, Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu (23/1/2021).

Menurutnya, Provinsi Lampung merupakan salah satu dari 3 (tiga) wilayah penghasil rajungan terbesar di Indonesia. “Penting mendampingi kelompok nelayan agar penangkapannya lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Rizani menjelaskan, kegiatan pendampingan kelompok nelayan rajungan sudah berjalan hampir 2 (dua) tahun. “Kegiatan pendampingan meliputi pemilihan ukuran rajungan sampai memilih kelayakan rajungan untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Dia menambahkan, kegiatan Mitra Bentala lebih focus ke penanganan daerah pesisir laut, karena daerah tersebut berpotensi gelombang air laut yang tinggi sering terjadi banjir dan tanah longsor.

“Diantara kegiatannya yakni perlindungan mangrove di daerah pesisir, dengan mengupayakan untuk melakukan perbaikan hutan mangrove dan penanaman kembali hutan mangroveyang rusak,” beber Rizani. (Evi/Mgg)

 3,558 kali dilihat,  2,090 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

DAMAR: Polda Lampung Tak Serius Tangani Kasus Asusila

Published

on

Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR
Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus asusila | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus asusila terhadap penyandang disabilitas berinisial MGO (18) oleh HR (75) pada Kamis (21/1/2021) kemarin.

Konferensi pers tersebut digelar bersama Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Provinsi Lampung, Rio & Peni and Partner, Yulia Yuaniar, SH dan Rekan, juga Lembaga Advokasi Anak (LADA) di kantor DAMAR, Jalan MH Thamrin No.14/42, Gotong Royong, Bandar Lampung.

Penanganan kasus oleh Polda Lampung yang telah bergulir sejak Oktober 2020 itu, hingga saat ini belum ada hasil yang signifikan. “Sampai hari ini (21 Januari 2021) Polda Lampung belum melakukan penahanan terhadap terduga pelaku HR,” kata Kuasa Hukum DAMAR, Peni Wahyudi, S.H.

Peni mengaku pihaknya sudah melayangkan surat resmi kepada Polda Lampung, namun tidak mendapatkan respon positif. “Ketika ditemui, pihak Polda selalu menjawab; akan dilakukan gelar perkara,” jelasnya.

Sementara korban beserta keluarga yang merupakan warga Kabupaten Way Kanan itu sudah 3,5 bulan tinggal di Rumah perlindungan centre Dinas Sosial Provinsi Lampung karena sarat dengan intimidasi dari pihak pelaku.

“Polda tidak serius menangani kasus ini, padahal menyangkut nasib seseorang,” tegas Peni. Oleh karena itu, pihaknya meminta Polda agar lebih bijak dalam menangani kasus asusila ini. (Evi/Mgg)

 6,431 kali dilihat,  1,958 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dompet Dhuafa Lampung Siap Gandeng Komunitas

Published

on

Dompet Dhuafa Lampung – Germas distirbusikan 500 paket Sembako untuk keluarga Dhuafa di Lampung Selatan | Foto: Ist.

Lampung.co – Dompet Dhuafa Lampung bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas) Desa Rejosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan menyalurkan paket bantuan pangan berupa sembako kepada 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Selasa, (19/01/2021).

Manager Program Dompet Dhuafa Lampung, Umarrudinul Islam mengatakan, Dompet Dhuafa Lampung bersama Germas Desa Rejosari menyalurkan program paket bantuan pangan berupa Sembako untuk sekitar 535 keluarga penerima manfaat.

Umar menjelaskan bahwa isi paket sembako tersebut adalah bahan pangan berupa 10 kilogram beras, 1 kilogram telur, 1 kilogram kentang, setengah kilogram kacang hijau dan 1 kilogram buah pir. Program penyaluran bahan pangan sembako ini rencananya akan dilakukan secara rutin setiap bulan di Desa Rejosari, Kecamatan Natar.

“Insya Allah, mohon doanya, program akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Hari ini adalah penyaluran periode Januari, insya Allah bulan depan (Februari) juga akan ada penyaluran. Biasanya penyaluran akan dilaksanakan pada pecan kedua setiap bulannya,” kata dia kepada Lampung.co, Rabu (20/1/2021).

Para penerima manfaat sangat senang dengan adanya bantuan ini. “Alhamdulillah saya mendapat bantuan ini untuk keperluan keluarga saya sehari-hari, terimakasih para donatur Germas dan Dompet Dhuafa Lampung,” ucap Tati (51), salah satu penberima manfaat.

Umar menerangkan bahwa program kerja sama antara Dompet Dhuafa Lampung dan Germas Desa Rejosari, Kecamatan Natar sudah terjalin sejak tahun 2019 lalu. Germas menyerahkan donasi untuk disalurkan oleh Dompet Dhuafa Lampung dengan tujuan agar tepat sasaran dalam penyaluran bantuan.

“Program ini adalah kerja sama yang sudah terjalin sejak 2019 lalu. Germas menggandeng Dompet Dhuafa Lampung untuk menyalurkan hasil pengumpulan donasi mereka kepada Dompet Dhuafa Lampung untuk disalurkan kepada penerima manfaat,” tutur Umar.

Terkait program kerja sama ini, Umar menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa Lampung membuka komunitas atau organisasi lainnya untuk bekerjasama. Secara umum, Dompet Dhuafa Lampung mempunyai 2 (dua) program yakni program yang telah dirancang oleh lembaga dan program yang diusulkan oleh masyarakat.

“Salah satu contoh program yang diusulkan masyarakat adalah program dari GERMAS ini,” terang Umar.

“Jadi Dompet Dhuafa Lampung membuka selebarnya bagi komunitas, atau kelompok yang ingin melakukan kegiatan amal atau sosial namun terkendala secara teknis dalam penyalurannya, insya Allah Dompet Dhuafa Lampung siap membantu,” imbuhnya.

Bagi komunitas, kelompok atau organisasi yang ingin bekerja sama, bisa mendatangi kantor Dompet Dhuafa Lampung di Jalan Teuku Umar No 44 Kedaton Bandar Lampung. “Ya, untuk yang ingin kerja sama bisa datang ke kantor atau kami yang mendatangi, bisa juga menghubungi call center dan whatsapp center kami,” tutupnya. (*)

 11,376 kali dilihat,  1,925 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca