Jokowi Keluarkan Kata ‘Tabok’, Peneliti Senior LIPI: Akan Berimbas Negatif

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Kata ‘tabok’ yang dikeluarkan Jokowi saat melakukan kunjungan ke Lampung Tengah menuai kontraversi. Berbagai kalangan pun memiliki pandangan masing-masing.

Salah satunya Peneliti Senior LIPI Syamsuddin Haris mengatakan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengaku akan ‘mentabok’ orang yang menuduh dirinya PKI akan berimbas negatif.

“Sebaiknya (Jokowi tidak memberikan statement seperti itu, red), sebab kesannya tidak begitu bagus buat beliau,” kata Syamsuddin, Sabtu (24/11/2018) dilansir inilah.com.

Menurut Syamsuddin, sebaiknya baik Jokowi maupun Prabowo menghindari hal-hal yang tidak substansional. Hal-hal itu diserahkan saja ke tim sukses masing-masing.

“Hal-hal yang tidak substansi, yang tidak strategis mestinya dihindari oleh Pak Jokowi maupun oleh Pak Prabowo. Biarkan hal itu menjadi wilayah tim sukses. Jubirnya ada,” jelas Haris.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi merasa gerah diserang isu hoax, terutama soal tuduhan dirinya aktivis PKI. Jokowi heran masih ada orang yang mempercayai isu tersebut.

”Lha kok bisa diisiukan Presiden Jokowi aktivis PKI. Ini yang kadang-kadang, haduh mau saya tabok orangnya,” kata Jokowi di Lampung Tengah, Jumat (23/11/2018) lalu. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer