Menu

Jokowi dan Korban Tsunami Lampung Selatan Sepakat Ingin Relokasi

  Dibaca : 106 kali
Jokowi dan Korban Tsunami Lampung Selatan Sepakat Ingin Relokasi
Presiden Jokowi meninjau lokasi tsunami Lampung Selatan | Foto: Ist.

Lampung.co – Rabu (2/1/2019), Presiden Joko Widodo saat berada di kawasan terdampak tsunami di Lampung Selatan menginginkan korban tsunami direlokasi.

Menurutnya, seluruh penduduk Lampung yang ada di pesisir harus direlokasi.

Kata Jokowi, rumah warga di Desa Way Muli, desa di Lampung Selatan yang terdampak tsunami paling besar harus segera direlokasi minimal 400 meter dari bibir pantai.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat bisa dengan mudah menyelamatkan diri di kala tsunami kembali datang menerjang.

Pasalnya, ancaman bencana alam terus mengintai. Untuk itu, perlu antisipasi dini yang dilakukan dengan beberapa kebijakan.

Kendati demikian, saat ini tergantung dari kesiapan para warga dan tata ruang pesisir yang baik.

Relokasi ini, kata Jokowi, dimaksudkan agar masyarakat segera pulih dari trauma setelah tsunami.

Hal ini ia ungkapkan setelah mendengar berbagai keluhan warga Pulau Sebesi.

“Ini perlu direlokasi, dipindahkan, karena lokasinya di sini sangat rawan tsunami,” ungkap Jokowi.

“Kami tidak hanya berbicara sekarang, tidak hanya berbicara lima tahun ke depan, tidak hanya berbicara 10 tahun ke depan, tapi berbicara 20, 30, 50 tahun ke depan,” tambahnya dilansir dari Merdeka.com.

Dijanjikannya, relokasi tidak akan memakan waktu lama. Ia mengaku sudah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain itu juga, ia telah perintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan pemerintah daerah agar proses rekonstruksi bisa dilakukan setelah masa tanggap darurat usai.

“Dan warga sini juga sudah minta agar rumah mereka sudah dibangun,” kata Presiden Jokowi.

Sementara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rekonstruksi hunian adalah agenda pemerintah selepas bencana alam melanda satu daerah.

Namun, menurutnya, untuk kondisi di Lampung lebih menantang. Menurutnya, jangan sampai setelah direlokasi, kembali hancur diterjang tsunami.

Untuk itu, kematangan penentuan rekonstruksi juga harus dipikirkan. Meski ada yang anggap aman jarak 200 meter dari pinggir pantai.

Namun ada pula lokasi yang baru bisa disebut aman jika sudah 500 meter dari pantai.

“Jangan sampai kami bangun di tempat yang salah,” ucap Basuki.

Rencananya, jenis hunian yang akan direkonstruksi memiliki luas bangunan 45 meter persegi dengan luas tanah 100 meter persegi.

Adapun, biaya pengerjaan satu rumah memakan dana sekitar Rp50 juta, di mana tanah disediakan oleh pemerintah daerah dan konstruksinya dilakukan Kementerian PUPR.

Hari ini, lanjut Basuki, pemerintah daerah Lampung Selatan tengah melakukan rapat demi mempersiapkan penyediaan lahan bagi relokasi.

Diketahui, berdasarkan data Pemerintah Daerah Lampung Selatan, setidaknya ada 118 korban tewas, 6.379 korban luka-luka, dan tujuh orang hilang akibat peristiwa tersebut.

Sebagian besar korban jiwa terkonsentrasi di Kecamatan Rajabasa, di mana 97 orang telah menjadi korban. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional