Jika Terbukti Kriminalisasi Pendemo, Oknum Polisi Akan Dikenakan Sanksi

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Tepat di hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, sekitar 800 mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Pringsewu (KAMP) menggelar aksi damai di sejumlah titik di Kabupaten Pringsewu.

Aksi yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Pringsewu, mahasiswa tampak menyampaikan aspirasi, juga membawa sejumlah poster sebagai pendukung pelaksanaan aksi damai.

Gabungan organisasi kemahasiswaan IMM, PMII, BEM STIT Pringsewu dan BEM STMIK Pringsewu itu mendesak Presiden Republik Indonesia membuat Perpu baru terkait RUU KPK.

Kemudia para pengunjukrasa juga menolak RUU KUHP dan RUU Ketenagakerjaan dan mengecam tindak reprensif pihak kepolisian dalam menangani aksi mahasiswa.

Selain itu, para mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait isu lokal terkait infrastruktur dan lingkungan hidup mengenai pengerukan bukit. Mereka meminta DPRD Pringsewu mengambil sikap.

Usai penyampaian aspirasi, sekitar pukul 12.35 Wib ratusan mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib menuju kampus masing-masing.

Kapolres AKBP Hesmu Baroto mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah melaksanakan aksi damai dengan mengkuti koridor yang ada.

“Sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif,” kata dia, Selasa (1/10/2019).

Terkait dugaan tindakan reprensif pihak kepolisian terhadap pendemo, Kapolres menegaskan bahwa tim dari Polri telah mengecek anggota, namun mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Kalau memang ada kriminalisasi dari kepolisian dan terbukti tentu oknum (yang terlibat, red) tersebut akan di hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Hesmu. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer