Jejak Kasus Asusila di UIN Raden Intan Lampung

Tim Redaksi

Lampung.co – Sebuah lembaga pendidikan layaknya memiliki tingkat keamanan dari ancaman kriminal yang lebih, tak terkecuali kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi.

Terlebih bagi perguruan tinggi agama seperti Universitas Islam Negeri (UIN) yang dipandang bahkan dipercaya sebagai salah satu tempat menempa akhlaqul karimah.

Namun ironisnya, UIN Raden Intan Lampung justru memiliki jejak yang cukup memprihatinkan terkait kasus asusila. Setidaknya terdapat tiga kasus yang terungkap sejak tahun 2015.

Parahnya lagi, dua kasus justru diduga dilakukan oleh oknum dosen yang seharusnya memberi teladan yang baik kepada para mahasiswanya, namun justru menjadi pelaku pelecehan seksual.

Terlebih yang dilakukan Ibrahim, dosen Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah yang terungkap pada tahun 2015 silam saat UIN Raden Intan Lampung masih berstatus IAIN.

Tak hanya diduga melecehkan mahasiswinya, dia juga disebut telah menghamili seorang wanita warga Gunungsulah, Wayhalim yang pernah magang di kampus tersebut hingga melahirkan.

Kemudian pada tahun 2016 yang lalu, terjadi lagi dugaan tindakan tak senonoh oleh oknum Satpam IAIN (UIN Raden Intan sekarang) pada 26 April ketika sejumlah elemen mahasiswa melakukan aksi.

Salah satu petugas keamanan atau satuan pengamanan (Satpam) berinisial Dl, ketika itu dilaporkan ke polisi karena diduga telah meraba bagian dada mahasiswi peserta aksi.

Lalu yang masih hangat diperbincangkan saat ini adalah kasus dgaan pencabulan dosen Fakultas Ushuluddin UIN Raden Intan Lampung SH terhadap mahasiswi bimbingannya EF.

Kasus SH ini telah bergulir sejak akhir tahun lalu dan saat ini yang bersangkutan sudah menjadi tersangka. Bahkan berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan.

“Pelimpahan berkas perkara berikut tersangka SH, rencananya akan dilaksanakan setelah hari Raya Idul Fitri,” kata Kasubdit IV Renakta Polda Lampung, AKBP Ketut Seregi, Rabu (15/5/2019).

Tersangka SH dijerat pasal 290 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 281 ke-2 jo pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. (red)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer