Menu

Jaga Stabilitas Harga, BI dan TPID Lampung Siapkan Empat Strategi Ini

  Dibaca : 216 kali
Jaga Stabilitas Harga, BI dan TPID Lampung Siapkan Empat Strategi Ini
BI perwakilan Lampung | Foto: Ist.

Lampung.co – Bank Indonesia Perwakilan Lampung berkoordinasi efektif dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lampung mempersiapkan 4 (empat) strategi pengendalian inflasi.

Persiapan strategi menyusul berhasil ditekannya inflasi Indeks Harga Konsumen Provinsi Lampung pada bulan Desember 2018 sebesar 0,31%.

Secara keseluruhan, inflasi tahun 2018 mencapai 2,73% (yoy) atau berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan Bank Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung Budiharto Setyawan mengatakan, pencapaian inflasi bulanan di akhir tahun 2018 terpantau lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi selama 5 (lima) tahun terakhir yang mencapai 0,91 % (per bulan).

“Tekanan inflasi yang lebih tinggi tidak terjadi sejalan masih terkoreksinya harga sejumlah komoditas bahan makanan seperti cabai merah dan beras,” kata dia, Kamis (3/1/2019).

Kemudian, lanjutnya, didukung oleh kebijakan pengendalian harga pemerintah di samping koordinasi efektif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Untuk tetap menjaga stabilitas harga tersebut BI berkoordinasi dengan TPID melakukan 4 strategi. Pertama, memastikan ketersediaan pasokan komoditas holtikultura dalam jumlah yang memadai.

“Dengan adopsi teknologi yang dapat memitigasi dampak penurunan produksi karena curah hujan tinggi dan gangguan cuaca. Mengingat pasokan hortikultura yang rentan terhadap cuaca,” ujarnya.

Kedua, memastikan kerjasama TPID, BULOG dan Satgas Pangan dalam memastikan ketersediaan cadangan beras serta keterjangkauan harga komoditas tersebut di pasar.

“Monitoring informasi harga secara rutin dapat dilaksanakan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) sehingga menjadi acuan langkah stabilisasi harga ke depan oleh pemerintah maupun TPID kabupaten/kota,” imbuhnya.

Ketiga, pemerintah daerah perlu mengatur dan memonitor besaran serta waktu penyesuaian upah pekerja mengingat hal tersebut menjadi salah satu penyumbang inflasi.

Keempat, memastikan maskapai penerbangan tidak menaikkan tarif melebihi Tarif Batas Atas (TBA) melalui koordinasi dengan otoritas terkait.

“Sebab, kata dia, sejauh ini tarif angkutan udara persisten tinggi sampai dengan awal tahun 2019 mengingat permintaan yang terus terpantau tinggi,” jelasnya.

BI mengimbau maskapai untuk dapat melakukan perbaikan pelayanan di tengah kenaikan tarif batas bawah sejak Agustus 2018. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional