Isu Hoaks Soal RPM Perhubungan Timbulkan Kesalahpahaman

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Belakangan ramai dibicarakan soal penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan Tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

RPM Perhubungan yang ditujukan untuk Kepentingan Masyarakat itu menuai Pro dan kontra dalam proses penyusunannya.

Bahkan dibeberapa lokasi Uji Publik terjadi aksi unjuk rasa dari Pengemudi Ojek Online yang menolak penyusunan RPM sebagai regulasi yang akan mengatur keberadaan mitra ini.

Salah satu anggota Anggota Tim 10 Miftahul Huda mengatakan, banyak isu dan berita hoaks yang beredar di kalangan mitra pengemudi ojek online sendiri.

“Mulai dari isu bahwa RPM yang sedang disusun ini nantinya akan membatasi jam kerja mitra ojek online menjadi hanya 8 jam sehari dan dibagi menjadi 3 shift yaitu pagi, sore dan malam,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, isu tentang bonus yang akan dikurangi hingga maksimal 50.000 untuk 30 poin, hingga isu akan hilangnya konsumen yang beralih ke angkutan konvensional akibat kenaikan tarif.

“Bahkan beberapa media memuat hasil survey suatu lembaga yang menyatakan bahwa konsumen akam turun sampai 70% bila tarif naik,” ujarnya.

Menurut Iif, sapaan akrab Miftahul Huda hembusan isu-isu tersebut menyebabkan banyak yang salah paham terhadap perjuangan membuat regulasi ini.

Karena, kata dia, RPM yang nantinya akan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) ini adalah sebuah Payung Hukum bagi keberadaan mitra ojek online di Indonesia.

“Regulasi ini akan menjadi legalitas bagi keberadaan mitra ojek online roda dua yang selama ini dinihilkan dan dianggap illegal,” ucapnya kepada Lampung.co, Sabtu (2/3/2019).

Dia berujar, regulasi ini akan menghapuskan diskriminasi terhadap profesi pengemudi Ojek Online di daerah karena banyak pemerintah daerah yang masih melarang keberadaan ojek online.

“Inilah salah satu inti semangat dari penyusunan regulasi ini, yaitu menjadi suatu bukti pengakuan dari pemerintah Republik Indonesia akan keberadaan profesi pengemudi ojek online,” tuturnya.

Ketua Umum GASPOOL Lampung ini berharap semua pihak, khususnya pengemudi ojek online untuk mendukung penyusunan RPM Perhubungan ini.

“Terlepas masih adanya kekurangan dalam isi RPM ini, mari kita mitra ojek online cermati dan berikan masukan agar regulasi ini membawa kesejahteraan untuk mitra ojek online,” himbaunya.

“Karena menolak regulasi bisa dikatakan menolak kesejahteraan bagi mitra ojek online,” imbuh Iif. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer