Amerika-China Memanas: AS Menentang Klaim Beijing di Laut China Selatan

Tim Redaksi

Lampung.co – Kondisi dua negara kuat memanas. Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menegaskan akan terus menentang dan menghadapi klaim China atas teritorialnya di Laut China Selatan.

Hal tersebut diserukan Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis. Ia mengkritik kecaman China saat pihaknya mengirimkan dua kapal dalam misi pelayaran kebebasan navigasi di dekat kepulauan Paracel di Laut China Selatan, akhir pekan lalu.

“Kawasan itu merupakan perairan internasional dan banyak negara ingin melihat adanya kebebasan navigasi di sana, sehingga kami akan melanjutkannya,” kata Mattis, Selasa (29/5/2018) dilansir dari Kompas.com.

Dalam penentangan tersebut, Angkatan Laut AS secara terbuka telah mengirimkan dua kapalnya ke wilayah Laut China Selatan yang diperebutkan dan menyebutnya operasi kebebasan navigasi.

Tak hanya sampai disitu, Kapal AS berlayar di dekat pulau-pulau dan fasilitas militer yang dibangun China. Tindakan tersebut sekaligus sebagai bentuk penolakan AS terhadap segala bentuk klaim teritorial yang dilakukan pihak mana pun di wilayah perairan internasional.

Mattias juga mengatakan bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan negara-negara Pasifik. “Tetapi kami juga akan melawan segala yang kami yakini tidak sejalan dengan hukum internasional,” katanya.

Saat ini juga, Beijing diyakini tengah memperkuat kehadiran militernya di wilayah Laut China Selatan. China telah membangun pulau buatan demi memperkuat klaimnya atas wilayah sebagian besar Laut China Selatan yang kaya sumber daya.

Tak sampai disitu, China juga telah melakukan uji coba pendaratan pesawat militer, termasuk pembom, Xian H-6. Tindakan China itu disebut telah memicu kekhawatiran sejumlah negara tetangga yang terlibat sengketa wilayah di Laut China Selatan.

Negara-negara tetangga tersebut khawatir jika klaim China berlanjut pada akhirnya akan membatasi kebebasan navigasi dan penerbangan.

“Kekhawatiran tidak hanya datang dari lingkaran pemerintah AS, tetapi juga dari negara-negara lain yang peduli dan sangat prihatin dengan militerisasi yang berlanjut di Laut China Selatan,” tandasnya. (*/goy)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer