Menu

Ini Reaksi Keras PBNU atas Pernyataan Dubes Arab Saudi Terkait Reuni 212

  Dibaca : 188 kali
Ini Reaksi Keras PBNU atas Pernyataan Dubes Arab Saudi Terkait Reuni 212
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj | Foto: Ist.

Lampung.co – Pernyataan sikap Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Osamah Muhammad Al-Suaibi dalam mengomentari reuni 212 mendapat reaksi keras dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bahkan PBNU mengutuk keras pernyataan Osamah melalui akun Twitter pribadinya @Os_alshuibi yang menyebut GP Ansor sebagai organisasi menyesatkan.

Ketua umum PBNU, Said Aqil Siroj menyayangkan ucapan Osamah yang ditulis di akun media sosialnya, Minggu (2/12/2018) kemarin. Ia pun menerjemahkan pernyataan Osamah yang ditulis dalam bahasa Arab.

“Jadi, kemarin reuni 212 dengan jumlah yang banyak itu karena mensikapi terhadap pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh oknum dari organisai sesat. Juga dihadiri oleh calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto dan wakil ketua parlemen Fadli Zon dan tokoh-tokoh lain,” demikian pernyataan Osama yang diterjemahkan Said Aqil di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).

Namun setelah ditelusuri, twit Osamah tersebut sudah dihapus dan diganti “Aksi jutaan umat Islam untuk persatuan umat Islam dan bekerja sama untuk menjaga keamanan negeri. Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI, Anies Baswedan, juga dihadiri calon Presiden RI Jendral Prabowo serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon.”

Menurut Said Aqil, munculnya status itu mencoreng hubungan baik antara Indonesia dengan Arab Saudi. Ia pun mendesak pemerintah Indonesia meminta pemerintah Arab Saudi untuk menarik Osamah sebagai sanksi atas pernyataan tersebut.

“Dalam pandangan kami, Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya. Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabiah, atas ini kami menyampaikan protes keras,” ujarnya dikutip dari laman nu.or.id.

Said juga mengatakan pada laman yang sama, Osamah telah sengaja menyebarkan fitnah dengan menuding aksi pembakaran bendera tauhid beberapa waktu lalu dilakukan oleh organisasi sesat atau menyimpang.

“Padahal, terkait hal ini GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dari SOP GP Ansor. Bahkan, kami keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut,” imbuh dia.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak kepada pemerintah RI untuk menyampaikan nota kepada pemerintah Saudi agar memulangkan Osamah

“Sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dengan mencampuri urusan politik negara Indonesia,” ujar Said Aqil. (*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional