Ini Penyebab Utang Luar Negeri Indonesia Bertambah Lagi Jadi 5.528 T

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Utang luar negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar 8,7 persen, menjadi 389,3 miliar dolar atau sekitar Rp 5.528 triliun pada April 2019.

Angka ini lebih tinggi 0,8 persen dibandingkan Maret 2019 yang tumbuh 7,9 persen. Peningkatan pertumbuhan utang Indonesia itu terjadi karena transaksi penarikan Neto ULN.

Selain itu, dalam keterangan resmi, BI juga menyebut penguatan ULN tersebut disebabkan oleh pengarus nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

“Penguatan nilai tukar rupiah membuat utang dalam rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS,” sebut BI, Senin (17/6/2019) kemarin.

Utang Indonesia tersebut terdiri dari utang pemerintah dan Bank Central sebesar Rp 2.722 triliun. Selain itu juga utang swasta dan BUMN sebesar Rp 2.863 triliun.

BI menyatakan walaupun meningkat, utang luar negeri Indonesia dalam keadaan sehat mengingat rasio ULN Indonesia terhadap PDB pada akhir April 2019 sebesar 36,5 persen.

Hal itu tercermin dari struktur ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh utang luar negeri berjangka panjang. Porsi utang jangka panjang mencapai 86,2% dari total ULN.

“Dengan perkembangan tersebut, meskipun utang Indonesia mengalami peningkatan, namun masih terkendali dengan struktur yang tetap sehat,” kata BI (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer