Menu

India Sebut Proyek One Belt One Road China Ganggu Kedaulatan Negara

  Dibaca : 254 kali
India Sebut Proyek One Belt One Road China Ganggu Kedaulatan Negara
Ilustrasi proyek One Belt One Road China | Foto: Ist.

Lampung.co – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kedua One Belt One Road (OBOR) di Beijing, China, Kamis (25/4/2019).

Wapres JK didampingi Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi yang sudah lebih dahulu berada di Beijing.

One Belt One Road atau proyek inisiatif pembangunan jalur sutra baru ini digagas oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping pada tahun 2013 lalu.

Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa melalui jaringan jalan raya, jalur kereta api, pelabuhan dan jalur laut.

Sebanyak 37 negara berkumpul dalam Konferensi ini selama tiga hari membahas proyek konektivitas terbesar di dunia. Sebelumnya pada KTT tahun 2017 hanya 29 negara.

Dalam proyek ini, China menggelontorkan miliaran dollar Amerika di lebih dari 60 negara mitra untuk membangun infrastruktur

Dibalik kekaguman di antara kalangan, terdapat kekhawatiran di beberapa negara yang melihat inisiatif tersebut sebagai alat China untuk meningkatkan pengaruh geopolitiknya.

Sebut saja laporan tentang banyak negara mitra seperti Sri Lanka, Maladewa dan Pakistan berada di bawah beban pinjaman Cina yang cukup besar.

Sri Lanka harus menyerahkan pelabuhan strategis di Samudra Hindia selama 99 tahun kepada Cina setelah gagal membayar utang. Maladewa sudah dibebani utang oleh China.

Pakistan pun telah menyatakan ketidakmampuan negaranya untuk membayar utang kepada China. Menurut para analis, hal ini dapat membahayakan kedaulatan negara.

Oleh karena itu, newKerala.com menyebut pinjaman China telah menyebabkan kekhawatiran akan niat Beijing untuk menciptakan ‘perangkap utang’.

Namun China berusaha untuk menghilangkan narasi ini di acara Konferensi yang dihadiri kepala 37 negara dan lebih dari 100 perwakilan organisasi internasional yang dimulai hari ini.

India menentang proyek inisiatif pembangunan jalur sutra baru ini karena dinilai mengganggu kedaulatan dan integritas wilayah sebuah negara.

New Delhi merujuk pada proyek China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) yang menghubungkan kota Kashgar dengan pelabuhan Gwadar Pakistan di Laut Arab. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional