Iklan Jokowi di Bioskop Bukan Kampanye, Ini Penjelasan KPU

Tim Redaksi

Lampung.co – Kontroversi iklan di bioskop yang memunculkan Presiden Joko Widodo dan bendungan yang telah dibangun ditanggapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

KPU menyatakan, iklan bendungan pemerintahan Jokowi di bioskop bukanlah iklan kampanye.

“Sekarang ini saya sampaikan bahwa saya juga menonton tayangan iklan bendungan itu,” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (18/9/2018) dilansir dari kompas.com.

Disampaikan Wahyu, untuk menilai apakah iklan bendungan pemerintahan Jokowi tersebut kampanye atau tidak, bisa dilihat dengan menelisik sandaran aturan terkait kampanye.

Menurutnya, kampanye adalah kegiatan menawarkan visi, misi, program dan atau citra diri yang bertujuan untuk meyakinkan pemilih.

Maka, atas dasar itu, KPU memiliki pertimbangan bahwa iklan bendungan tersebut bukan kampanye dengan merujuk pada aturan yang sudah dibuat.

Pertama, dijelaskannya, KPU menyatakan bahwa iklan bendungan pemerintahan Jokowi di bioskop tidak mengandung visi, misi dan program capres-cawapres.  Sehingga saat ini, kata dia, belum ada capres-cawapres.

Terlebih, pasangan calon, baik Jokowi-Ma’ruf Amin, maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih bakal capres-cawapres karena belum ada penetapan dari KPU.

Selanjutnya, yang kedua, dilanjutnya, KPU juga menyatakan bahwa iklan bendungan itu tidak mengandung citra diri. Pasalnya, citra diri berbentuk foto, gambar atau suara pasangan capres-cawapres berpasangan.

Selain itu, kata dia, dalam iklan tersebut tidak ada pula nomor urut paslon yang ditampilkan.

“Ya enggak masalah (kalau iklanya sendiri) karena ini konteksnya adalah informasi yang dilakukan oleh pemerintah ya kan, posisi Jokowi sebagai kepala pemerintahan. Jadi Itu bukan iklan kampanye,” tandasnya. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer