fbpx
Connect with us

Berita

Ikatan Alumni Umitra Resmi Terbentuk, dr. Boy Zaghlul Zaini Didapuk jadi Ketua

Published

on

Ikatan Alumni Umitra

Lampung.co – Ikatan alumni (Iluni) Umitra Indonesia resmi dibentuk dan dilantik oleh Rektor Umitra Indonesia Dr. Ir. Hj. Armalia Reny AS, MM, Sabtu (20/10/2018) lalu.

Menurut Armalia, keberadaan Ikatan alumni (Iluni) Umitra Indonesia diharapkan untuk memperkuat jaringan para alumni yang tersebar di seluruh Nusantara dan menjalin kebersamaan.

“Karena itu kepada para pengurus yang dilantik hendaknya dapat memberikan andil dan berkontribusi bagi almamater,” kata dia saat melantik pengurus Iluni Umitra periode 2018-2022 di Graha Surya, Sabtu (20/10/2018).

Pelantikan tersebut dirangkai dengan Reuni Akbar Umitra Indonesia. Hadir dalam kegiatan itu seluruh angkatan alumni dari angkatan tahun 1996-2018, unsur pimpinan, dosen dan karyawan Umitra.

Ketua Yayasan Umitra, Andi Surya mengucapkan selamat atas terbentuk dan dilantiknya Pengurus Iluni Umitra Indonesia yang merupakan wadah perekat dan meningkatkan persatuan serta sinergitas sesama alumni.

Andi juga berharap dengan terbentuknya Iluni Umitra Indonesia ini dapat membawa dampak positif terhadap Universitas Mitra Indonesia.

Andi yang juga menjabat senator perwakilan Lampung ini berharap kepada pengurus Iluni Umitra Indonesia yang baru dilantik dapat bekerja sama dan memberikan masukan untuk memajukan Umitra.

Ketua Iluni Umitra Indonesia periode 2018-2022, dr. Boy Zaghalul Zaini, M.Kes menjelaskan, terbentuknya alumni Umitra Indonesia sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi.

Oleh karena itu, dia menerangkan, langkah yang akan diambil adalah menginformasikan ke rekan-rekan lain yang belum mengetahui, sebagai sarana wadah komunikasi.

“Sehingga mereka bisa mengikuti kegiatan-kegiatan di dalam kampus secara umum serta rencana-rencana yang diagendakan pengurus Iluni Umitra Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, meningkatkan SDM alumni yang berkualitas menjadi persoalan yang harus prioritas diperjuangkan terhadap alumni maupun mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di kampus Umitra. (*)

80 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Dosen UIN Raden Intan Lampung Terbukti Cabuli Mahasiswinya

Published

on

Vonis

Lampung.co – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung SH terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap mahasiswinya sendiri.

Terdakwa diganjar Majelis Hakim dengan hukuman satu tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (17/9/2019).

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Aslan Ainin menyatakan terdakwa SH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan cabul.

Ketua Majelis Hakim menyebutkan bahwa terdakwa bersalah sebagaimana diatur dalam dakwaan pengganti pasal 290 ayat 1 KUHP tentang pencabulan.

“Maka menjatuhi terdakwa […] (SH) dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun dikurangi selama terdakwa dalam kurungan,” kata Aslan.

Hukuman dosen yang berbuat asusila terhadap anak didiknya di universitas berlabel Islam itu jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Hal memberatkan dalam tuntutan JPU, terdakwa sebagai seorang pengajar tidak memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya. Malah berbuat sebalik, yakni perbuatan asusila.

Diketahui, berdasarkan keterangan dari surat dakwaan, JPU menyatakan bahwa peristiwa pencabulan itu bermula pada Jumat (21/12/2018) sekira jam 13.20 WIB. Ketika itu, si mahasiswi yang menjadi korban hendak mengumpulkan tugas mandiri mata kuliah Sosiologi Agama II.

“Kemudian korban mengajak rekannya saksi IN untuk menemaninya menemui dosen pengajar mata kuliah tersebut yaitu terdakwa SH,” jelas jaksa.

Saat korban bertemu dengan terdakwa di depan ruang dosen pengajar, korban berkata kepada terdakwa ‘Pak ini saya mau ngumpulin tugas, karena kemarin pada saat UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu bahwa tugas tersebut sudah dikumpul’.

“Lalu sang dosen masuk ke dalam ruangan dosen yang diikuti oleh korban, kemudian di dalam ruangan tersebut terdakwa berdiri membelakangi meja kerjanya berhadapan dengan saksi korban yang sedang berdiri,” terang jaksa.

Korban kembali berkata kepada terdakwa ‘Maaf pak saya terlambat ngumpilin tugas, karena waktu UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu tugasnya dikumpul’ sembari menyerahkan tugas tersebut kepada terdakwa.

“Kemudian tugas tersebut dibuka-buka sebentar oleh terdakwa lalu tugas tersebut diletakkan terdakwa di atas meja kerja terdakwa. Selanjutnya terdakwa mendekati tubuh korban sembari memegang lengan kanan korban sambil berkata lembut ‘Kebiasaan kamu ya’ lalu korban menjawab ‘ya pak minta maaf’,” kata Jaksa menirukan percakapan keduanya.

Saat itu, tangan kanan terdakwa memegang lengan kiri korban sambil dielus-elus lalu terdakwa memegang dan mengelus-ngelus dagu saksi korban sambil berkata ‘Ini apa?’ dijawab korban ‘Jerawat pak’.

Dari perbuatan itu, korban merasa takut sehingga melangkah mundur sambil berkata ‘Bagaimana pak tugas saya diterima apa tidak’ namun terdakwa diam saja tidak menjawab apapun.

“Mata terdakwa memandangi bibir korban sambil tersenyum, sehingga korban merasa tidak nyaman sambil berkata ‘Ya udah pak makasih saya ijin pulang’. Namun terdakwa kembali memegang kedua lengan korban sambil tersenyum,” urai jaksa.

Lalu terdakwa memegang bahu kanan korban sambil berkata ‘Main dimana yuk’ korban menjawab ‘Maaf pak saya ijin pulang’. Namun terdakwa tetap memegang lengan kiri korban, lalu korban berusaha untuk keluar ruangan. Terdakwa justru kembali memegang pipi kanan korban kemudian korban berontak.

“Kemudian terdakwa mengarahkan tangannya memegang payudara korban sehingga korban kaget sambil berteriak ‘Eh pak’ dan terdakwa tersenyum kembali,” beber jaksa.

Dari kejadian itu, korban bergegas keluar ruangan dan terdakwa segera mengambil tas nya lalu ikut keluar bersama korban. Setelah di pintu keluar ruangan, terdakwa berjalan keluar meninggalkan korban dan berpapasan dengan saksi IN sambil menegurnya lalu pergi.

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa SH menyebabkan korban selalu merasa ketakutan dan berkeringat dingin bila akan menghadap dosen. Nilai mata kuliah Psikologi Sosial yang diambil korban diberikan nilai E oleh dosen tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis korban yang diperiksa oleh Psikolog Octa Reni Setiawati, kesimpulannya bahwa dalam diri korban menunjukkan adanya trauma psikologi terkait pelecehan yang terjadi. (*)

4,221 kali dilihat, 2,194 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Terjadi Kebakaran di Lampung Barat, Diduga Akibat Pembukaan Lahan

Published

on

Kebakaran di Lampung Barat

Lampung.co – Terjadi kebakaran lahan perkebunan warga di Pekon Lumbok Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, Selasa (17/9/2019) sekira pukul 18:30 WIB.

Penyebab kebakaran lahan yang diperkirakan mencapai sekitar 1 Ha tersebut diduga akibat aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan oleh pemilik lahan yang merupakan warga setempat.

Dihimpun dari laporan Lampost.co, Babinsa Pekon Lumbok Yakub menyebutkan bahwa api baru diketahui terlihat membesar sekitar waktu sholat magrib.

Melihat api membesar itu petugas dan pihaknya bersama masyarakat gotong rotong berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Api baru bisa dikendalikan atau mulai dapat dijinakan sekitar pukul 21:20 WIB,” ujarnya. (*)

8,867 kali dilihat, 4,761 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Identitas dan Dugaan Penyebab Meninggalnya Mayat di Parit GSG Talang Padang

Published

on

Penemuan Mayat

Lampung.co – Sesosok mayat diduga berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga terbujur kaku di Parit di Kecamatan Talang Padang, Tanggamus, Selasa (17/9/2019) siang.

Mayat dalam kondisi membusuk, bahkan tertutup sampah plastik yang berserakan di dalam parit tepatnya belakang Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan setempat.

Warga setempat Marwan mengatakan, jenazah tersebut pertama diketahui oleh anak-anak yang sedang berjalan disekitar lokasi sekira pukul 01.00 Wib.

“Kemudian memberitahukan ke warga berkumpul untuk memastikan, teryata benar itu adalah orang,” kata dia.

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut, lanjutnya, dibawa petugas kepolisian Polsek Talang Padang ke RS Kota Agung untuk dilakukan identifikasi.

Polsek Talang Padang bersama Tim Inafis Polres Tanggamus pun berhasil mengidentifikasi sosok mayat seorang pria yang diketahui bernama Herman Sumadi (32) itu.

Kapolsek Talang Padang Iptu Khairul Yasin Ariga, S.Kom mewakili Kapolres Tanggamus mengatakan, korban merupakan warga Pekon Sinar Semendo Kecamatan Talang Padang, Tanggamus.

“Korban merupakan bujangan dan sehari-harinya bekerja mencari barang rongsok,” kata Iptu Khairul Yassin, Selasa (17/9/2019) sore.

Iptu Khairul menegaskan, dari tubuh korban, tidak menemukan tanda tanda bekas kekerasan dan sejenisnya. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab korban meninggal.

“Dugaan sementara kecelakaan terjatuh kedalam parit. Sebab, dari keterangan keluarganya, korban mempunyai penyakit epilepsi sudah sejak lama dan sering kambuh tidak jelas waktunya,” jelasnya.

Ditempat sama, Dokter Rumah Sakit Kota Agung menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan tahap luar oleh tim medis, pihak medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. (*)

7,071 kali dilihat, 2,349 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca