Penyebar Konten Pornografi Gay Diciduk Polisi dan Akui Pengidap HIV

Tim Redaksi

Lampung.co – TG (22) penyebar konten pornografi gay di media sosial ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. TG pun mengaku bahwa dirinya pengidap HIV. Kini TG pun dalam pengamanan dan pengawasan perawatan di Rumah Sakit (RS) Polri.

Informasi yang diketahui, pihak Komisi Penanggulangan AIDS akan memberikan bantuan pendampingan dalam masa perawatan.

Ketua Tim Satgas Siber Bareskrim Polri AKBP Susatyo Purnomo dilansir dari laman Detikcom, Jumat (3/11/2017) mengatakan, pendampingan Komisi Penanggulangan AIDS bukan tanpa alasan. Polisi khawatir pelaku menyebarkan virus dengan sengaja.

“Yang saya khawatirkan itu adalah penyebaran HIV dengan sengaja. Kan dia tahu dia punya HIV, kemudian sengaja ngajak kencan orang lain. Makanya kami ajak Komisi Penanggulangan AIDS dan lain-lain,” kata dia.

Susatyo pun berharap kepada seluruh pengguna sosial media untuk tidak sembarangan dalam memilih teman saat interaksi dalam jejaring internet tersebut.  “Untuk para netizen melihat profil picture dan sebagainya ya hati-hati. Jangan sembarangan langsung berteman dan langsung dekat,” kata Susatyo.

Diketahui, TG saat ditangka pada Selasa (31/10/2017) sekitar pukul 19.00 di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Dijelaskan pun oleh Susatyo, ketika ditangkap tersangka mengeluh sakit sambil meronta. Maka, pihaknya mengajak dinas terkait dan meruju TG ke RS Polri.

Susatyo menambahkan, selain mem-posting konten pornografi gay, TG mengajak pengikut akun media sosialnya berhubungan intim. “Dalam konten yang kami temukan terdapat ajakan dengan sengaja menyebar nomor handphone-nya untuk netizen yang ingin berlanjut untuk berhubungan. Pengikutnya di Facebook 39.950 dan Instagram 1.976,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Musyafak tak bisa menyampaikan seperti apa hasil pemeriksaan terkait apakah TG benar-benar mengidap HIV.  “Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang kami tidak bisa sampaikan, karena itu berkaitan dengan kode etik,” kata Musyafak.

Atas perbuatannya, TG dijerat Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi serta Pasal 45 ayat 1 dan/atau Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Net)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer