Keji! Begini Cara Perawat Jerman Membunuh Ratusan Pasiennya

Tim Redaksi

Lampung.co – Apa yang dilakukan seorang mantan perawat di Jerman ini sungguh diluar nalar. Sangat mengerikan. Niels Hoegel namanya. Ia kini sedang menjalani hukuman seumur hidup atas dua kasus pembunuhan, secara sistematis dengan memberikan obat jantung dengan dosis mematikan kepada pasien yang dirawatnya.

Tak hanya itu, Hoegel juga sempat mengelabui rekan kerjanya dengan dalih mencoba menyadarkan kembali pasien-pasiennya. Akan tetapi pasien tersebut bukannya sadar justru malah meninggal dunia.

Atas hal tersebut dan berdasarkan ujitoksologi menunjukkan bahwa seorang mantan perawat Jerman sedikitnya telah membunuh 100 pasien di dua rumah sakit tempatnya bekerja.

Menurut penyidik, dimungkinkan Hoegel membunuh pasien lebih banyak, namun kemungkinan korban-korban tersebut sudah dikremasi. Untuk itu, jika kejahatan ini terbukti bersalah atas semua kematian yang dituduhkan, dia menjadi pembunuh berantai yang terburuk di Jerman pasca-Perang Dunia II.

Penyelidikan atas Hoegel dikembangkan lebih luas ketika dia mengaku membunuh sampai 30 orang dalam pengadilan tahun 2015, yang memutuskan dia bersalah dalam dua kasus pembunuhan, dua upaya pembunuhan, dan melukai pasien-pasien.

Sampai saat ini, penyidik telah menggali kembali kuburan 130 mantan pasien dan menelusuri jejak-jejak pengobatan yang bisa menutup sistem kardiovaskular mereka. Catatan-catatan medis di rumah sakit tempat Hoegel bekerja juga diteliti secara seksama.

Seperti dilansir dari Detikcom atas laporan Majalah Der Spiegel, terungkap data, pada catatan di klinik Oldenburg yang memperlihatkan ada lonjakan tingkat kematian dan upaya menyadarkan kembali pasien pada masa jam tugas Hoegel.

Kendati demikian, Hoegel tetap mendapat rujukan yang baik dan pindah kerja ke sebuah rumah sakit di dekat Delmenhorst, dan jumlah pasien yang meninggal yang tidak biasa tercatat ketika pria berusia 41 tahun itu sedang bertugas.

Aksi Hoegel ini diketahui setelah, dirinya tertangkap ketika seorang perawat melihat seorang pasien yang sebelumnya stabil kemudian menderita detak jantung yang tidak teratur.

Hoegel sudah berada dalam kamar pasien ketika sedang disadarkan kembali dan perawat bersangkutan menemukan tabung obat yang kosong di keranjang sampah. Dalam pengadilannya tahun 2015 dia menyatakan ‘permintaan maaf yang tulus’ dan berharap para keluarga korban bisa menemukan kedamaian.

Menurutnya tindakan yang dilakukannya itu ‘relatif spontan’ dan menambahkan setiap kali seorang pasien mati dia bertekad untuk tidak akan melakukannya lagi, namun tekadnya tadi perlahan-lahan menghilang. (Net)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer