Hasrat Bejat Meronta, Ini Kronologis Pria di Lampung Utara Gagahi Anak SD

Tim Redaksi

Lampung.co – Tim Opsnal Polsek Sungkai Selatan berhasil mengamankan pemerkosa anak di bawah umur, SW (39), warga Desa Kota Napal, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (24/8/2021) kemarin.

“SW kita tangkap kemarin, sekitar jam 18.30 saat berada di tempat persembunyiannya di Dusun Bukaan Kampung Naga, Kecamatan Negeri Batin, Way Kanan,” kata Kapolsek Sungkai Selatan, Kompol Arjon Syafrie, Rabu (25/8/2021).

Dia menjelaskan, saat dilakukan penangkapan, pria yang sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama 16 bulan tersebut berupaya hendak membahayakan petugas karena memberikan perlawanan secara aktif.

“Kita terpaksa melakukan tindakan tegas terukur berupa tembakan ke arah kaki kanan tersangka SW,” kata Arjon.

Atas perbuatan tersebut, SW dijerat dengan Undang-Undang (UU) RI Pasal 81 ayat 1 dan ayat 2, atau Pasal 82 ayat 1 Nomor 35 Tahun 2014. Itu atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak.

“Ancamannya, pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” jelasnya.

Kompol Arjon menerangkan, saat ini terduga SW sudah kita amankan di Mapolsek Sungkai Selatan, guna dilakukan proses hukum dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Terkait kronologis kejadian, Arjon menjelaskan bahwa peristiwa rudapaksa bocah perempuan berusia 12 tahun tersebut terjadi di area perkebunan tebu PTPN VII Desa Sidodadi, Kecamatan Sungkai Selatan, Selasa (7/4/2020) silam, sekitar pukul 16.00 WIB.

Kejadian bermula saat SW mengantar korban hendak pulang ke kediamannya di Desa Sidodadi, dengan menggunakan sepeda motor pelaku. Namun di tengah perjalanan, hasrat bejat pelaku meronta dan mengajak korban ke kebun tebu.

“Oleh pelaku, korban waktu itu di gendong. Dia sempat berteriak meminta tolong, tapi agar korban diam, pelaku justru mencekik korban dan mengancam akan membunuhnya dengan Sajam jenis laduk,” ucap Arjon.

Karena terancam, akhirnya korban pun tak berdaya. Itu membuat pelaku dengan leluasa melancarkan aksi bejatnya, serta langsung menggagahi anak yang masih duduk di bangku sekola dasar tersebut.

“Setelah kejadian, pelaku kembali mengantar korban sambil mengancam agar tidak menceritakan kepada orang lain,” tandas Arjon. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Tags

Related Post

Ads - Before Footer