fbpx
Connect with us

Berita

Hasil Survei LIPI: Penyerapan dan Kapasitas Tenaga Kerja era Jokowi 74 persen Buruk

Published

on

Pemerintahan Jokowi Gagal

Lampung.co – Pembangunan infrastruktur kelistrikan, air bersih, dan transportasi publik pada zaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) buruk.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil survey Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terhadap 145 ahli di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

Survey ini diselenggarakan di 11 provinsi antara lain; Sumatera Barat, Lampung, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Bali dan Sulawesi Tengah pada periode April-Juli 2018.

Hasilnya sebagian besar menyatakan bahwa pembangunan tiga infrastruktur tersebut pada era Jokowi belum memenuhi harapan.

Untuk infrastruktur air bersih, jumlah responden yang menyatakan bahwa pembangunan masih buruk mencapai 44,8 persen.

Sementara itu untuk listrik dan transportasi publik, jumlah responden yang menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur masih buruk masing-masingnya mencapai 40 persen dan 37,2 persen.

Selain pandangan tersebut, Koordinator Survey Ahli LIPI Esty Ekawati mengatakan bahwa para ahli juga menilai pembangunan infrastruktur belum memperbaiki pendapatan masyarakat.

“Mereka menilai sampai saat ini pendapatan masyarakat masih buruk,” kata Esty dilansir cnnindonesia.com.

Bahkan sebanyak 53,80 persen para ahli menilai bahwa disparitas harga antar wilayah juga masih buruk.

Sementara selain infrastruktur, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Firman Noor menyebutkan bahwa para ahli juga menyoroti kinerja Pemerintahan Jokowi di bidang industri.

“Mereka (para ahli) menilai bahwa kinerja pemerintah di bidang industri, terutama terkait penyerapan dan kapasitas tenaga kerja masih buruk (74 persen),” ungkap Firman.

Kegiatan ekonomi luar negeri, termasuk ekspor, impor serta utang luar negeri dinilai 50 persen responden berada dalam kondisi yang masih buruk.

Selain itu, hal yang juga menjadi catatan ahli adalah akses masyarakat terhadap perumahan yang dinilai oleh 54,47 persen ahli masih sangat buruk.

“Ini wajib menjadi catatan karena belum ada solusinya,” tutup Firman. (*)

283 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 15 November 2019 pukul 07.00 WIB hingga 16 November 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan antara 3 – 15 knots (6 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 23,0 °C – 33,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 18,0 °C – 30,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 55% – 92%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 65% – 97%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan. Berpotensi hujan ringan di wilayah Mesuji, Tuba, Tubabar, Lamteng, Lamtim, Lamsel

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah hingga Cerah Berawan. Berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di wilayah Tanggamus, Pesibar, Lambar, Way Kanan, Lampura, Lamteng, Lamtim, Lamsel, Balam, Pesawaran, Pringsewu.

Malam hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

Dini hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

WARNING:

Nihil.

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

509,368 kali dilihat, 755 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Nelayan di Tanggamus Meninggal Saat Melaut, Ini Keterangan Kakak Korban

Published

on

Perahu Nelayan

Lampung.co – Seorang nelayan di Kabupaten Tanggamus, Lampung ditemukan meninggal dunia di atas perahunya saat melaut di perairan Pekon/Desa Ketapang, Kecamatan Limau, Kamis (14/11/2019) sore.

Kapolsek Limau AKP Ichwan Hadi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, menerangkan korban bernama Ade Heri (48), warga Pekon/Desa Tigeneneng, Kecamatan Limau.

“Saat ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB, dirinya berada diatas perahu dengan nama Lambung Laksmana untuk mencari ikan,” kata AKP Ichwan Hadi dalam keterangan tertulis, Kamis (14/11/2019) malam.

Ia menjelaskan, mulanya kondisi korban diketahui Asmari, nelayan lain yang saat itu juga sedang melaut. Namun Asmari tidak berani mendekat karena terlihat korban sudah dalam posisi terlentang di atas perahu.

Asmari pun menghubungi kakak korban, Selamet untuk melihat kondisi adiknya yang terombang-ambing di atas perahu. Lalu Selamet pun berangkat bersama tiga warga lainnya menggunakan dua perahu.

“Kemudian mereka menarik perahu Laksmana yang di atasnya ada Ade Heri yang sudah tergeletak, dan sandar di pantai Pekon Kuala Jaya, Limau. Selanjutnya dibawa ke rumah Yusuf, kerabat dari Ade Heri dan Selamet,” jelasnya.

Dia melanjutkan, hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas Antar Brak, Limau diperoleh keterangan korban meninggal dunia akibat sakit. Dan diperkirakan roboh menghantam kemudi perahu karena ada luka di pelipis kanan.

“Untuk hal ini Polsek Limau sudah cek TKP dan amankan barang bukti, periksa saksi, meminta visum et repertum. Barang bukti yang diamankan satu potong celana warna hitam, satu potong kaos pendek warna putih,” imbuhnya.

AKP Ichwan menambahkan, berdasarkan hasil keterangan keluarga yakni Selamet, sebelum melaut, kakak kandung korban itu sudah melarang Ade melaut karena saat itu korban mengeluh sakit pinggang dan kepala.

“Menurut Slamet, Ade juga sering mengalami sakit kepala dan hidungnya sering mengeluarkan cairan darah,” ujar Kapolsek.

Saat ini, korban telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan. “Keluarga telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,” tandasnya. (*)

5,424 kali dilihat, 1,493 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dugaan Jual Beli Jabatan KPU di Lampung: DPRD Hingga KPU RI Turun Tangan

Published

on

Evi Novida Ginting Manik

Lampung.co – Meskipun komisioner KPU provinsi Lampung Esti Nur Fatonah telah membantah menerima uang, kasus dugaan jual beli kursi calon komisioner KPU kabupaten/kota di Provinsi Lampung terus bergulir.

Untuk mengkaji laporan Budiono terhadap Esti ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Komisi I DPRD Lampung memanggil pelapor, komisioner KPU Lampung, dan pihak terkait untuk dengar pendapat, Rabu (13/11/2019).

Terkait dugaan Esti telah menerima uang Rp100 juta dari calon komisioner KPU Kabupaten Tulang Bawang berinisial VYP, dihadapan Komisi I pelapor membeberkan rekaman video dan audio termasuk catatan chat media sosial.

Menurut mantan tim seleksi komisioner KPU Lampung itu, perekrutan calon anggota KPU Kabupaten Tulang Bawang tersebut penuh dengan aroma uang sejak penentuan dari 20 besar menjadi 10 Bersar.

“Dalam chat, karena harus membayar uang lagi sebagai tambahan, padahal (yang bersangkutan) bilang sudah tidak punya uang lagi,” kata Budiono yang juga dosen Universitas Lampung dalam rapat dengan yang dipimpin Ketua Komisi I Yozi Rizal.

Dalam kesempatan itu, Komisi I menyatakan dukungan agar kasus tersebut dapat segera dituntaskan secara benar dan terbuka. Intinya, kata Yozi Rizal, jangan sampai yang benar disalahkan, dan yang salah dibenarkan.

“Kita akan kawal kasus ini. Kami support para pelapor dan saksi yang telah berani mengungkap kasus ini. Kita juga akan menyurati KPU RI dan Komisi II DPR RI untuk mengungkap masalah ini,” ungkap Yosi.

Dari dengar pendapat tersebut, ia menilai dalam kasus dugaan jual beli kursi anggota KPU tersebut diduga ada jaringan yang sulit untuk diungkap. “Jaringan ini menggurita dan tersebar di mana-mana,” imbuhnya.

Sementara itu, menindak lanjuti dugaan mafia jual beli jabatan anggota KPU Tulang Bawang, komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik menyambangi kantor KPU Provinsi Lampung, Kamis (14/11/2019).

Atas kunjungan KPU RI itu, digelar pertemuan secara tertutup di ruang Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami. Dalam pertemuan itu turut hadir pelapor Budiono.

Lalu calon anggota KPU Pesawaran dengan inisial LP dan calon anggota Tulangbawang Barat dengan inisial VYP juga hadir sebagai saksi. Satu persatu saksi dimintai keterangannya. (*)

10,840 kali dilihat, 1,211 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca