Menu

Hari Ini Batas Akhir Registrasi! Bagi Yang Belum, SIM di Blokir Total

  Dibaca : 290 kali
Hari Ini Batas Akhir Registrasi! Bagi Yang Belum, SIM di Blokir Total
(Foto: Ilustrasi/Net)

Lampung.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menegaskan, nomor-nomor SIM prabayar yang hingga hari ini, Senin (30/04/2018) belum juga diregistrasi maka akan diblokir total pada 1 Mei.

Disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Ahmad M. Ramli mengatakan operator seluler wajib melakukan pemblokiran sebagaimana ditegaskan di atas yaitu pada 1 Mei 2018.

Pemblokiran total akan terjadi pada panggilan telepon dan SMS keluar, serta panggilan telepon dan SMS masuk. Selain itu juga akan dilakukan pemblokiran total terhadap layanan data internet.

Menurutnya, hal tersebut wajib dilakukan karena telah menjadi ketetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Registrasi Kartu Prabayar Seluler.

“Operator telekomunikasi seluler wajib melakukan pemblokiran layanan pada 1 Mei 2018 bagi nomor prabayar yang belum registrasi ulang, kecuali layanan SMS Registrasi ke 4444 yang tepat terlayani sepanjang masa laku kartu belum berakhir,” ucap Ramli melalui keterangan tertulisnya dilansir dari Liputan6.com.

Meski Diblokir Total, Pelanggan Bisa Registrasi Ulang Nomor Teleponnya, Asal…

Meskipun akan diblokir total, ada kebijakan dari Kemkominfo kepada para pelanggan provider yang SIM prabayarnya terblokir total. Sebab, Kemkominfo tidak akan serta-merta membuat pelanggan yang terlambat registrasi kehilangan nomor mereka begitu saja setelah 1 Mei 2018.

Dan para pelanggan tersebut masih bisa melakukan registrasi ulang untuk mengaktifkan nomor teleponnya.

Cara untuk melakukan registrasi ulang pasca diblokir total masih sama seperti sebelumnya, yakni, melalui SMS ke nomor 4444, telepon ke call center penyedia layanan dan kanal registrasi lainnya yang disediakan seperti melalui menu USSD dan portal selama masa aktif kartu prabayar belum habis.

Dengan melakukan registrasi kartu SIM prabayar, Ramli melanjutkan, maka layanan telekomunikasi dapat dipulihkan seperti semula. Namun, ada beberapa hal yang akan diminta pihak pemerintah untuk bisa mengaktifkan kembali nomor teleponnya tersebut.

Menurutnya, pemerintah meminta masyarakat yang belum registrasi segera melakukan registrasi kartu prabayarnya dan agar setiap orang menggunakan NIK dan NoKK (Nomor Kartu Keluarga) secara benar dan berhak. Maka, nantinya akan diurus ke gerai provider dengan membawa KTP dan KK yang asli untuk disesuaikan NIK yang akan didaftarkan.

Dan secara khusus Ramli juga meminta kepada perusahaan-perusahaan terkait tentang nomor telepon pelanggan untuk bisa turut memberikan perlindungan dan kenyaman masyarakat dalam mendapatkan layanan telekomunikasi.

“Dalam rangka melindungi data pribadi dan menciptakan kenyamanan masyarakat, diimbau perusahaan-perusahaan seperti perbankan, kartu kredit, asuransi, peritel, tv kabel dan perusahaan lainnya yang bersentuhan dengan nomor telepon pelanggan agar menghindari marketing berupa menghubungi calon pelanggan via telepon dan sms yang datanya diperoleh secara tanpa hak,” tutup Ramli.

Senada disampaikan Ramli, Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, juga mengatakan bahwa kartu SIM yang terlambat registrasi dan diblokir, masih bisa diaktifkan.

Namun menurutnya, proses registrasi akan sedikit rumit, karena pelanggan harus melakukannya di gerai operator dengan membawa NIK dan KK asli. “Nasib formalnya setelah 1 Mei akan diblokir. Namun, mereka masih bisa menggunakan lagi kartunya dengan cara mendatangi gerai, serta membawa KK dan NIK untuk melakukan registrasi,” ungkap Merza saat ditemui di kantor ATSI, belum lama ini.

Hingga sejauh ini, Merza mengatakan, bahwasannya, belum ada ketentuan batas waktu untuk pendaftaran kartu SIM setelah 1 Mei 2018. Maka, kata dia, sepanjang kartu seluler prabayar belum dihanguskan dari sistem operator, maka nomor masih bisa diaktifkan. “Belum ada kesepakatan (batas waktu registrasi setelah 1 Mei), selama masih masuk dalam life cycle kartu. Kalau sudah recycle (didaur ulang) ya hilang,” tuturnya.

Namun, diimbau Merza, agar para pelanggan tak mengalami keribetan dalam pendaftaran kartu SIM, maka dipersilakan melakukan registrasi ulang hari ini (Senin, Red) sebagai hari terakhir, karena besok (Selasa, 1/05/2018) sudah memasuki awal mei dan memasuki masa pemblokiran total.

Selain itu, Merze juga menyampaikan beberapa hal, yang menurutnya, jika dalam registrasi pelanggan mengalami kesulitas registrasi, maka bisa meminta bantuan dengan menghubungi help desk Kemkominfo pada nomor 0811161653, 081520900999, 081294039738, operator seluler dan Dukcapil. (*/Goy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional