Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Waspada

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Setelah Wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR, kini Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Sabtu (3/8/2019) sekitar pukul 07.06 pagi.

Hasil pengamatan Badan Geologi Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBM), aktivitas GAK sejak Jumat (2/8/2019) sampai Sabtu dini hari mengalami beberapa kali kegempaan.

Diantaranya satu kali kegempaan vulkanik dalam ammplitudo 15 mm, S-P, 1 detik, Durasi 6 detik dan vulkanik dangkal 3 kali dengan amplitudo 11-32 mm, durasi 7-15 detik.

Sementara Tektonik jauh sebanyak 1 kali dengan amplitudo 50 mm, S-P tiidak terbaca, durasi 345 detik. Tremor masih terjadi terus menerus terekam dengan amplitudo 1-38 dominan 7 mm.

Kemudian pagi ini erupsi terjadi, namun tinggi kolom abu tidak teramati dan suara dentuman tidak terdengar. Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 52 mm dan durasi 53 detik.

“Dentuman tidak terdengar, energi GAK masih lemah,” kata Suwarno, petugas pos pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Usai aktivitas GAK tersebut, PVBM menyatakan status gunung vulkanik itu berada pada level II waspada. Masyarakat dilarang mendekat kawah gunung berapi itu dalam radius radius 2 KM. (*)

Foto: Ilustrasi GAK/Ist.

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer