Gunung Anak Krakatau Alami 31 Kali Kegempaan Letusan

Tim Redaksi

Lampung.co – 31 kali kegempaan letusan terjadi sepanjang pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minggu (09/12) hingga Senin dini hari pada Gunung Anak Krakatau.

Gunung api aktif yang berada di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung juga terjadi empat kali letusan setinggi 200-700 meter dengan warna asap hitam.

BMKG melaporkan, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau oleh Jumono, staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan pukul 00.00 sampai 24.00 WIB, visual gunung jelas hingga kabut 0-III.

Dalam laporannya sebagai berikut, Gunung Anak Krakatau mengalami 31 kali kegempaan.

Selanjutanya, visual malam hari dari CCTV teramati sinar api dan lontaran lava pijar tinggi sekitar 100-200 meter ke segala arah. Ombak laut tenang.

Laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau sepanjang pengamatan itu, mengalami Kegempaan Letusan 31 kali, amplitudo 45-58 mm, durasi 48-465 detik.

Selain itu terjadi, embusan 25 kali, amplitudo 6-48 mm, durasi 15-143 detik. Tremor Harmonik 69 kali, amplitudo 6-57 mm, durasi 16-810 detik.

Vulkanik Dangkal 45 kali, amplitudo 5-37 mm, durasi 4-18 detik. Vulkanik Dalam 10 kali, amplitudo 35-56 mm, S-P 1-2,6 detik, durasi 14-41 detik.

Tremor Menerus amplitudo 1-25 dominan 3 mm dan cuaca terpantau cerah dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat.

Suhu udara 26-31 derajat Celsius, kelembapan udara 66-87 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Saat ini krakatau tetap berstatus waspada.

Selanjutnya, BMKG mengimbau agar masyarakat menjauhi kawah dalam radius 2 km. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer