Menu

Gizi Buruk dan Stunting Masih Menghantui Anak di Indonesia

  Dibaca : 204 kali
Gizi Buruk dan Stunting Masih Menghantui Anak di Indonesia
Diskusi publik dengan tema Menuju Zero Gizi Buruk dan Stunting 2045, Selasa (29/1/2019) di LBH Jakarta | Foto: Ist.

Lampung.co – Gizi buruk masih membayangi peringatan Hari Gizi Nasional 25 Januari 2019 ini. Data-data anak dengan gizi buruk mengemuka baik di pemberitaan media massa, maupun forum diskusi.

Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Kopmas) turut mengemukakan temuannya tentang anak-anak kurang gizi di Jawa Barat, Jawa Timur dan Banten.

Temuan tersebut dipaparkan dalam diskusi publik ‘Menuju Zero Gizi Buruk dan Stunting 2045’, Selasa (29/1/2019) di LBH Jakarta.

Ketua Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS), Arif Hidayat mengatakan, ancaman gizi buruk dan stunting akan terus menghantui anak-anak di indonesia.

Menurutnya, masalah tersebut berakar dari minimnya edukasi masyarakat mengenai 1.000 HPK dan tumbuh kembang anak.

“Dari hasil pemantauan kami di beberapa wilayah, permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah akses kesehatan yang sulit dijangkau,” kata Arif dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co, Rabu (30/1/2019).

Selain itu juga, lanjutnya, masih banyak yang terkendala BPJS serta pengetahuan masyarakat tentang gizi dan tumbuh kembang anak sangat minim.

“Kami masih menemukan bayi dan balita yang mengkonsumsi susu kental manis bahkan minuman ringan rasa kopi susu, karena orang tua beranggapan susu tersebut dapat mencukupi gizi anak,” jelas Arif.

Lebih lanjut, Arif mengatakan perlu adanya sinergi baik pemerintah dan swasta maupun lembaga-lembaga non pemerintah atau LSM.

“Karena itulah, Kopmas hadir mengajak serta membantu pemerintah untuk bersama-sama mengurangi gizi buruk, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya generasi muda,” imbuhnya.

Kopmas menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah, Kemkes & BPOM yang telah mengeluarkan PerBPOM NO 31 Th 2018 tentang Label Pangan Olahan.

Meski demikian, Arif berujar, langkah ini tak berhenti dengan penerbitan regulasi, namun juga harus berlanjut pada edukasi kepada masyarakat dan produsen makanan dan minuman.

“Termasuk juga pengawasan serta penindakan yang tegas apabila ada pelanggaran. Untuk inilah dibutuhkan sinergi antara masyarakat, LSM/ NGO dan pemerintah,” papar Arif.

Hadir sebagai pembicara diskusi publik Ir. Doddy Izwardy, MA., Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Anisyah S.Si,Apt, MP, Direktur Registrasi Pangan Olahan BPOM,

Kemudian Arif Hidayat, SH.MH.,Ketua Kopmas, serta aktivis Kopmas Yuli Supriaty. Sementara Dede Macan Yusuf Efendi, Ketua Komisi IX DPR RI turut berdiskusi melalui video call. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional